36 Capaskibra Lebong Dikarantina

pembukaan (1)
ERICK/Bengkulu Ekspress
PEMBUKAAN KARANTINA: Kegiatan pembukaan secara resmi para Capaskibra Lebong untuk lebih memaksimalkan latihan.

LEBONG, Bengkulu Ekspress– Sebanyak 36 Calon Pasukan Pengibar Bendera (Capaskibra) Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu dikarantina. Upacara penerimaan peserta karantina Capaskibra dimulai, kemarin (05/08) yang dipusatkan di hotel Dinda Ceria Kelurhan Pasar Muara Aman Kecamatan Lebong Utara Kabupaten Lebong.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kasubid Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lebong, Eka Saputra. Hadir dalam kegiatan para pelatih dari TNI dan Polri serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Lebong.

Eka Saputra mengatakan, bahwa untuk menjadi seorang pengibar bendera dan menjadi anggota Paskibra merupakan impian banyak orang. Dimana untuk Kabupaten Lebong pada pelaksanaan seleksi lebih dari 190 orang yang ikut.



“Namun yang terpilih hanya 36 orang, ditambah 2 orang yang mewakili ke tingkat Provinsi Bengkulu, mereka merupakan orang terbaik,” jelasnya, kemarin (05/08).

Untuk itulah, dengan ditunjuknya 36 orang sebagai Capaskibra Kabupaten Lebong, diharapkan dapat mengikuti semua kegiatan. Sehingga pada saat pelaksanaan pengibaran bendera nantinya bisa berjalan dengan lancar. “Karena menjadi anggota pengibar bendera merupakan suatu kehormatan dan itu adalah sebuah prestasi yang tidak bisa dilakukan semua orang,” sampainya.

Ada banyak kegiatan yang akan diikuti para capaskibra selama dikarantina. Seperti latihan baris berbaris, pembekalan latihan serta kegiatan lainnya yang menjunjung tinggi ketertiban dan tepat waktu.

“Dimana para pelatih sendiri dari anggota TNI dan Polri yang didampingi PPI Lebong, sehingga pelaksanaanya nanti bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Sementara Ketua PPI Lebong, Doni Adriansyah AMd menambahkan, bahwa kegiatan karantina merupakan salah satu kegiatan bagi orang-orang yang mau bekerja keras untuk membangun masyarakat dan bangsa menjadi lebih baik.  “Untuk itulah sebelum pelaksanaan karantina, kami menawarkan kepada adik-adik peserta yang ingin mengundurkan diri masih kami persilahkan sebelum pelaksanaan lebih jauh,” tegasnya.

Namun dirinya bersyukur keinginan adik-adik capaskibra yang teguh tidak menyurutkan mereka untuk mengikuti karantina yang dipastikan akan sangat ketat dengan berbagai kegiatan. Apalagi latihan sebelum dilakukannya karantina telah dilakukan sejak bulan Juli yang lalu. “Jika mereka merasa tidak mampu, mereka telah menyerah pada kegiatan latihan yang lalu, nyatanya mereka akan terus mengikuti kegiatan untuk memberikan yang terbaik,” tutup Doni.(614)