35 Mantan PSK Butuh Bantuan

ARY/Bengkulu Ekspress Wabup bersama petugas dari Kemensos saat berada di panti Karunia Insani House sebelum melakukan evaluasi bantuan
ARY/Bengkulu Ekspress Wabup bersama petugas dari Kemensos saat berada di panti Karunia Insani House sebelum melakukan evaluasi bantuan

CURUP, Bengkulu Ekspress – Wakil Bupati Rejang Lebong, H Iqbal Bastari SPd MM mengungkapkan, saat ini ada sekitar 35 mantan pekerja seks komersial (PSK) yang membutuhkan bantuan. Hal tersebut disampaikan disela-sela kegiatan evaluasi terhadap pemberian bantuan kepada 15 mantan PSK yang telah dibantu oleh Kementerian Sosial.

“Dari total sekitar 50 mantan pekerja seks yang ada di Rejang Lebong, saat ini sudah 15 orang yang mendapat bantuan dari Kementerian Sosial, jadi masih ada 35 lainnya yang belum mendapatkan bantuan,” ungkap Wabup usai memberikan pengarahan di sekretariat rumah singgah Karunia Insani House di Kelurahan Dwi Tunggal Kota Curup, Rabu (18/10) kemarin.

Dijelaskan Wabup, bantuan yang diberikan Kemensos kepada 15 mantan PSK tersebut sudah diberikan beberapa waktu lalu. Bantuan yang diberikan yaitu dalam bentuk permodalan sehingga mereka bisa mandiri setelah meninggalkan pekerjaan mereka sebagai PSK.

Dengan adanya kegiatan evaluasi yang dilakukan kemarin, maka menurut Wabup Kementerian Sosial akan melihat sejauh mana keberhasilan para mantan PSK tersebut dalam mengelola bantuan yang mereka terima untuk membuka usaha.

“Bila memang nanti berhasil, maka Kemensos berkomitmen akan menambah jumlah bantuan maupun penerima bantuan, sehingga bisa menjangkau 35 mantan pekerja seks lainnya yang saat ini membutuhkan bantuan,” tambah Wabup.

Sementara itu, Ketua Yayasan Dharma Wahyu Insani yang mengelola Panti Karunia Insani House Rejang Lebong, Femmy Sarnianzah mengungkapkan bantuan yang diberikan kepada mantan PSK tersebut sebesar Rp 3 juta perorang. Dimana menurutnya bantuan yang diberikan tersebut dalam bentuk hibah untuk modal usaha sehingga mereka bisa mandiri.

“Untuk usaha yang mereka lakoni bermacam-macam, mulai dari menjual kue, baju, sayuran hingga membuka warung manisan,” terang Femmy.

Menurut, Femmy mereka yang mendapat bantuan tersebut adalah mereka yang benar-benar sudah meninggalkan profesi lama mereka sebagai PSK, dimana sebelum menerima bantuan tersebut telah dilakukan verifikasi terlebih dahulu. Mereka yang menerima bantuan tersebut adalah mereka yang sebelumnya menjalani rehabilitasi di Karunia Insani House.

Di sisi lain, petugas dari Direktorat Rehabilitasi Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial, Wiwik Sugiarti mengungkapkan kegiatan evaluasi yang mereka lakukan kemarin, untuk memastikan apakah bantuan yang mereka berikan benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya.

Sedangkan untuk bantuan selanjutnya, menurut Wiwik setiap tahunnya Kemensos selalu menyiapkan anggaran untuk membantu tuna sosial yang ada di Indonesia. Hanya saja ia tidak bisa memastikan apakah tahun 2018 mendatang Rejang Lebong akan kembali mendapatkan bantuan tersebut atau tidaknya.

“Kalau bantuan setiap tahun pasti ada, mudah-mudahan Rejang Lebong tahun depan dapat lagi, namun saya tidak janji, karena dalam pemberian bantuan ini kita dari Kemensos akan melihat skala prioritasnya juga,” singkat Wiwik. (251)