35 Ekor Tukik Dilepas

LEPAS Ketua KPPPS Nasa dan pegawai PT CBS bersama mahasiswa KKN UGM saat melepas 35 ekor penyu di Pantai Muare Skube desa Ulak Pandan Kecamatan Nasal,Minggu (157 (2)
IRUL/Bengkulu Ekspress
LEPAS: Ketua KPPPS Nasa dan pegawai PT CBS bersama mahasiswa KKN UGM saat melepas 35 ekor penyu di Pantai Muare Skube Desa Ulak Pandan Kecamatan Nasal,Minggu (15/7).

NASAL, Bengkulu Ekspress – Sebanyak 35 ekor tukik (anak penyu) hasil budidaya Kelompok Pelestari Penyu Pantai Skube (KPPPS) di Desa Ulak Pandan Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur, dilepas oleh masyarakat bersama mahasiswa KKN UGM ke laut lepas pantai Muare Skube Desa Ulak Pandan Kecamtan Nasal, Minggu (15/7). Pelepasan ini merupakan bentuk upaya pelestarian penyu di Kaur yang sudah mulai punah ini.



“Untuk penyu yang kita lepas ini ada 35 ekor hasil penangkaran kita di pantai Skube. Pelepasan ini kita melibatkan masyarakat, mahasiswa KKN UGM, dan karyawan PT CBS,” Ketua KPPPS Desa Ulak Pandan Mismulyadi usai pelepasan tukik kemarin.

Dikatakan Mulyadi, puluhan tukik jenis lekang ini yang baru berumur 20 hari, dan juga pelepasan bersama masyarakat, mahasiswa UGM dan PT CBS ini lantaran anak penyu itu sudah saatnya hidup dialam bebas. Setelah sebelumnya sempat ditangkarkan di penangkaran KPPPS selama satu bulan terakhir ini. Menurutnya, dengan dilepasnya anak penyu ini ia juga mengimbau kepada warga Kaur yang menemukan telur penyu untuk secara terbuka menyerahkan dengan KPPPS. Pihaknya tidak akan menyia-nyiakan jerih payah warga bila menemukan adanya telur penyu tersebut, dan telur telur penyu itu bila ditemukan akan direlokasi ke lokasi penangkaran untuk diamankan dan bila sudah menetas akan dilepas kealam bebas.

“Untuk kini yang siap menetas ada kisaran 100 ekor lagi, dan saya minta kepada masyarakat agar bersama menjaga kepenuhaan penyu ini, sebab ini salah satu cara kita untuk melestarikan kepunahan penyu ini,” harapnya.

Ditambahkanya, sebelumnya warga menemukan penyu-penyu tersebut bertelur dipasir sepanjang pantai Kecamatan Kaur Selatan dan Nasal. Menurutnya paling banyak penyu bertelur dekat muara yang pasirnya empuk. Sehingga saat ditemukan warga langsung disampaikan ke KPPS atau Dinas Perikanan untuk diamankan. Upaya ini sebagai bentuk solidaritas warga menyelamatkan populitas penyu yang saat ini sudah mulai langka di Kaur.  “Kepada masyarakat yang sudah menjadi inisiator pelestrain penyu kami ucapkan terima kasih, sedangkan warga yang masih belum meyadari kami mengajak untuk sama-sama melestarikan penyu di kabupaten Kaur,”ajaknya.

Sementara itu, M Join Zulfian selaku Mill Manager PT CBS juga menyampaikan, pihaknya sangat mendukung upaya pelestarian penyu yang dilakukan oleh KPPPS Nasal ini. Ia berharap pelepasan tukik penyu hasil penangkaran rumah penyu tersebut bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berlibur di pantai Muare Skube tersebut. “Kita berharap tukik yang dilepas ini bisa selamat sehingga populasi hewan langka yang dilindungi Undang Undang (UU) tidak punah, dan kami akan selalu mendukung upaya pelestarian penyu oleh KPPPS ini,” tandasnya.(618)