300 Personel Brimobakan Diberi Reward

RIO/Bengkulu Ekspress PULANG: Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs. Supratman bersama para personel Brimobda Bengkulu yang kembali dari BKO Polda Metro Jaya dan BKO Polda Jawa Tengah dalam rangka Ops Aman Nusa 1 Tahun 2019, Rabu (3/7).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Supratman menyambut sekitar 300 personel Brimob Polda Bengkulu yang pulang dari BKO di Polda Jawa Tengah dan Polda Metro Jaya di Mako Satbrimob Polda Bengkulu, Rabu (3/7). Dari jumlah 300 personel tersebut sebanyak 200 personel bertugas di Polda Jawa Tengah penempatan di Solo dan 100 orang di Polda Metro Jaya melakukan pengamanan di Kantor KPU pusat dan Kantor Mahkamah Konstitusi.

Sudah 3 bulan setidaknya ratusan personel Brimob Polda Bengkulu tersebut meninggalkan Bengkulu dan keluarga. Tidak heran jika Kapolda Bengkulu bakal memberikan reward khusus bagi personel Brimob Polda Bengkulu. “Untuk penghargaan nanti saya akan minta dengan Bapak Kapolri, supaya ada reward khusus untuk rekan-rekan kami ini, khususnya Brimob Polda Bengkulu,” ujar Kapolda disela-sela apel penarikan pasukan.



Kapolda mengaku personel Brimob yang di BKOkan sudah melaksanakan tugas dengan baik. Meski beberapa diantara mereka terluka, terutama personel Brimob yang bertugas di Polda Metro Jaya melakukan pengamanan di KPU pusat dan MK. Yang terpenting adalah personel Brimob tetap solid, sabar dan tetap menjalankan tugas dengan profesional. “Mereka sudah melaksanakan tugas dengab baik, meski beberapa personel ada yang luka,” imbuh Kapolda.

Salah satu personel Brimob Polda Bengkulu yang terluka adalah Aiptu Candra Palawi. Aiptu Candra dan puluhan rekan lain dari Brimob Polda Bengkulu ditugaskan di Polda Metro Jaya mengamankan sidang MK dan KPU Pusat dirasakan.

Saat hendak menuju tempat berkumpul personel dilempari massa dengan batu. Akibatnya tangan kanan Aiptu Candra patah, tidak bisa menghindar karena lemparan batu bertubi-tubi. “Karena cukup parah jadinya saya dirujuk ke rumah sakit terdekat,” jelas Aiptu Candra.

Saat dilempari batu tersebut, personel Brimob lain hanya bisa mencoba menghindar. Tidak heran jika yang terluka akibat lemparan batu tersebut sekitar 3 sampai 4 orang. Tidak ada balasan karena sudah sesuai arahan dari pimpinan untuk tetap melanjutkan perjalanan.

Aiptu Candra mengaku mendapatkan luka sudah resiko pekerjaan melakukan pengamanan massa. Selain itu sebagai Brimob harus bekerja sesuai arahan dan protap dari pimpinan. “Sudah resiko, kita tetap mengikuti arahan dan protap dari pimpinan,” ujar Aiptu Candra.(167)