30 Calon Magang Ke Jepang Dibekali

ASRI/Bengkulu Ekspress FOTO BERSAMA: Sekda Bengkulu Selatan menggelar foto bersama dengan peserta pelatihan magang ke Jepang, di aula Hotel Ayu, Kota Manna saat sosialisasi, Senin (24/6).

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress– Puluhan pemuda Bengkulu Selatan (BS) yang merupakan calon magang ke Jepang, diberikan pembekalan. Pembekalan tersebut digelar, Senin (24/6) di hotel Ayu, Kota Manna. “ Peserta magang yang diberikan pembekalan ini sebanyak 30 orang pemuda,” kata Kepala Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Bengkulu Selatan, Edi Susanto SH.

Edi mengatakan, calon peserta magang ke Jepang yang mengikuti sosialisasi yakni dari Kecamatan Kota Manna ada 6 orang, dari Manna ada 5 orang, Bunga Mas 1 orang, pasar Manna 3 orang, Kedurang Ilir ada 2 orang, Kedurang 1 orang, Seginim 1 orang, Air Nipis 1 orang, Pino 3 orang, Ulu Manna 1 orang dan Pino Raya sebanyak 5 orang pemuda.



“ Semoga nanti mereka ini ketika berangkat ke Jepang dapat bersungguh-sungguh saat magang sehingga ke depan bisa sukses,” harapnya.

Sekda Bengkulu Selatan, Yudi Satria SE MM yang membuka kegiatan sosialisasi tersebut mengharapkan agar peserta magang dapat menjaga nama baik bangsa Indonesia dan Bengkulu Selatan  khususnya. Sehingga ke depan, diupayakan program magang ke jepang ini terus berlanjut. Sebab dengan adanya program magang ini, membuka kesempatan kerja bagi pemuda Bengkulu Selatan. Sehingga angka pengangguran di Bengkulu Selatanbisa berkurang.“ Dengan adanya magang ke Jepang ini, tentu dapat mengurangi angka kemiskinan di Bengkulu Selatan, sebab mereka nanti diberikan gaji selama magang,” ujarnya.

Untuk itu, kepada pemuda Bengkulu Selatanyang menjadi peserta magang ke jepang, dirinya berpesan agar bisa menjaga semangat dan disiplin kerja. Selain itu, dapat berhemat dan tidak boros. Agar ketika sel\esai magang, saat pulang lagi ke BS bisa memiliki modal untuk membuka usaha. Dan menjadi wiraswastawan di Bengkulu Selatan. “ Saya pesan, agar selama di Jepang bisa irit dan menabung, jangan sampai pulang tidak membawa uang, sehingga kembali menjadi pengangguran,” tutup Yudi Satria. (369)