3 Ribu HPR Telah Divaksin

ist/BE
Kegiatan vaksinasi massal yang dilaksanakan petugas dalam upaya pencegahan rabies di Kabupaten Rejang Lebong. Hingga saat ini sudah 3 ribu HPR di Rejang Lebong yang telah divaksin

CURUP, Bengkuluekspress.com– Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong melalui UPT Puskeswan Curup saat ini sudah mulai melaksanakan vaksinasi masal terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Rejang Lebong. Hingga kemarin (4/5), setidaknya 3 ribu HPR telah divaksin.

Kepala UPTD Puskeswan Curup, drh Firi Asdianto mengungkapkan, vaksinasi masal terhadap HPR tersebut mulai mereka laksanakan sejak dua minggu terakhir yaitu sejak Rejang Lebong mendapat pasokan vaksin rabies dari pemerintah pusat melalui Provinsi Bengkulu.

“Untuk vaksinasi massal HPR sudah kita lakukan dalam dua minggu terakhir, sejak kita mendapat pasokan vaksin sebanyak 7.200 dosis dari pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi Bengkulu,” terang Firi saat dikonfirmasi Selasa (4/5) kemarin.

Dijelaskan Firi, kegiatan vaksinasi massal terhadap HPR ini mereka lakukan secara acak, yaitu dengan menyasar sejumlah daerah-daerah yang telah melewati batas waktu vaksinasi masal.

Hal tersebut karena kegiatan vaksinasi massal di Kabupaten Rejang Lebong sempat tertunda karena pasokan vaksin kosong karena dampak dari pandemi Covid-19.

“Kita utamakan yang sudah jatuh tempo vaksin, karena bila kita biarkan lama-lama tanpa vaksinasi maka bisa berbahaya bagi masyarakat,” terang Firi.

Beberapa daerah yang langsung dilakukan vaksinasi masal tersebut antara lain beberapa desa di Kecamatan Sindang Beliti Ulu serta seluruh desa dan Kelurahan di Kecamatan Curup Utara dan Curup Selatan.

Kemudian mulai hari ini hingga Jumat (8/5) akan dilaksanakan dibeberapa titik di wilayah Kecamatan Curup kemudian sebelum lebaran akan mereka laksanakan di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Selupu Rejang.

Meskipun saat ini masih dalam pandemi Covid-19, kegiatan vaksinasi masal HPR ini tetap mereka laksanakan karena menurut Firi, pencegahan penyakit rabies ini juga tak kalah pentingnya dengan pencegahan COvid-19, karena dampak yang disebabkan juga sangat berbahaya yaitu bisa juga menyebabkan kematian.

Namun menurut Firi, dalam kegiatan vaksinasi masal tersebut pihaknya juga tetap mentaati protokoler pencegahan Covid-19 seperti masyarakat yang mendatangi lokasi vaksinasi masal harus menggunakan masker, kemudian tetap menjaga jarak, selain itu pihaknya juga telah menyiapkan cairan penyemprotan yang sudah mengandung disinfektan sebagai pengganti cuci tangan pengunjung.

Selain mematuhi protokoler pencegahan Covid-19, dalam kegiatan vaksinasi masal tersebut, Firi mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dan meminta izin dengan pihak-pihak terkait salah satunya dengan pihak kepolisian untuk tetap bisa melaksanakan vaksinasi masal.

“Karena baik Covid-19 maupun rabies ini sama-sama berbahaya, sehingga kegiatan vaksinasi harus kita laksanakan tentunya dengan mematuhi aturan terkait dengan pecegahan Covid-19,” terang Firi. (251)