3 Rampok Pecah Kaca Ditembak

BENGKULU, BE – Tak perlu menunggu waktu lama, jajaran Polres Bengkulu berhasil mengungkap kasus rampok dengan modus pecah kaca mobil. Tiga bandit yang beraksi Kamis lalu (8/3) di depan salon Christoper Jalan S Parman, Padang Jati berhasil diringkus. Mereka adalah M Nuh alias Polo (28), Hendri (22), dan Abdullah (36), kesemuanya warga Palembang, Sumatera Selatan. Sedangkan 1 pelaku lainnya berhasil kabur. Ketiganya yang dihadiahi timah panas ditangkap di sekitar Stadion Semarak Sawah Lebar, kemarin (9/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Dari tangan pelaku polisi berhasil menemukan 1 buah kunci T, 1 unit handphone Blackberry, dan 1 buah dompet. Setelah tertangkap, pelaku hanya mengaku melakukan perampokan pecah kaca mobil di depan Salon Christoper. Kronologis penangkapan tersebut berawal, Jumat siang (9/3) sekitar pukul 12.30 WIB, petugas buser Polres Bengkulu melakukan patroli di Kota Bengkulu, khususnya di kawasan perbankan. Ketika melintasi kantor Bank Bengkulu yang berada di Jalan Basuki Rahmat tersebut, petugas mencurigai pelaku yang berjumlah 4 orang dengan mengendarai 2 unit sepeda motor yang bolak-balik melintas di depan kantor Bank Bengkulu. Merasa ada keanehan, tim buser pun diam-diam mengikuti pengendara motor tersebut. Ternyata apa yang diduga tim buser benar adanya, para pelaku memasuki areal parkir Stadion yang ramai kendaraan. Soalnya saat itu ada pertandingan bola. “Setelah berada sekitar Stadion, pelaku mulai mengintip mobil yang terparkir. Sedangkan pelaku lainnya mengincar objek sasaran lainnya. Sedangkan salah seorang pelaku lainnya melihat kondisi sekitar,” kata Kapolres Bengkulu AKBP H Joko Suprayitno SST MK. Diceritakan Kapolres, ketika ke-4 pelaku tersebut ingin beraksi, tim buser mulai melakukan pengintaian. Setelah yakin dengan apa yang dilakukan pelaku, petugas pun melakukan penangkapan. Namun pelaku tidak pasrah begitu saja dan berusaha melarikan diri, sehinga membuat kejar-kejaran antara petugas dan pelaku tak terelakan. Salah seorang pelaku berhasil melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor. Sedangkan 3 pelaku lainnya berhasil ditangkap setelah timah panas bersarang di kakinya. Selanutnya digelandang ke RS Jitra Bayangkara untuk mendapatkan perawatan. “Ke-3 pelaku terpaksa ditembak, karena berusaha melarikan diri,” ujarnya. Dari pengakuan pelaku, mereka tiba di kota Bengkulu Senin (5/3) dengan mengendarai 2 unit sepeda motor. Setelah sampai di Bengkulu, ke-4 nya tinggal di Jalan Merwan Sawah Lebar tempat famili salah seorang pelaku. Setelah 1 hari sampai di Bengkulu, pelaku mulai mengincar mangsanya dan melakukan perampokan di depan Salon Christoper. “Kami hanya beraksi di depan rumah makan Mak Dang (Salon Christoper), sedangkan di kantor Walikota kami tidak tahu,” aku salah seorang pelaku, Abdullah pria beranak 4 ini. Kendati pelaku hanya mengaku beraksi di 1 tempat, pihak kepolisian menduga terjadi banyak TKP. “Kami menduga mereka ini (pelaku) tidak hanya beraksi 1 tempat, tapi diduga terlibat banyak tempat,” pungkasnya.

Periksa CCTV

Di bagian lain kasus perampokan uang Rp 110 juta milik toke sawit Isuanto Buyung (42) warga jalan lintas BS Desa Suka Jaya Kecamatan Kedurang Ilir, Kamis lalu (8/3) masih diselidiki. Kapolres BS AKBP Yohanes Hernowo ISK MH melalui Kasat Reskrim AKP Zuli Besemah mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap rekaman kamera CCTV yang dipasang di BRI tersebut. Dari rekaman tersebut pihaknya dapat melihat situasi seputar kegiatan di bank tersebut. “Kita ingin memastikan apakah pelaku perampokan itu sebelumnya berada di bank saat korban sedang melakukan transaksi pengambilan uang,” ucapnya. Menurutnya dari keterangan korban kalau, saat berada di BRI itu, korban sempat menaruh curiga terhadap seseorang yang ada di bawah tangga pintu masuk BRI. Hanya saja korban tidak mengenali wajah pelaku. Selain itu pihaknya akan meminta keterangan dari para saksi yang mengetahui peristiwa yang terjadi di Simpang Rukis persisnya di depan Toko Ramon..(369/400)