3 Pembobol Bengkel Dibui

rudi - 3 Pencuri Bengkel Dibui (1) rudi - 3 Pencuri Bengkel Dibui (2)GADING CEMPAKA, BE – Usai mengamankan 2 pelaku sindikat pencurian barang-barang bengkel motor milik Erdi (39), warga Jalan Salak Ray No 65 Kelurahan Lingkar Timur Pada Sabtu (23/2) lalu, polisi kembali berhasil mengamankan seorang pelaku lagi berinisial DN (25).

Ketiga komplotan pembobol bengkel ini kini berada dalam jeruji besi di Mapolda Bengkulu untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Dedy Irianto SH melalui Kanit Opsnal Polda Bengkulu Kompol Max Mariners SIK membenarkan hal ini.

Dijelaskannya, penangkapan terhadap DN, hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan terhadap Ri (16) dan Wi (26) yang ditangkap pada Sabtu (23/2). “Sudah kita duga, mereka ini komplotan. Kami anggap sebagai sindikat karena mereka memiliki jaringan dalam mengambil barang curian tersebut dan memasarkannya kepada rekan-rekan mereka yang lain,” ungkap Max.

Mereka bertiga, lanjut Max, sebenarnya masih karyawan Bengkel Satria Motor milik Erdi tersebut. Ri, warga Desa Arau Bintang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma dan Wi, Warga Desa Babatan Kecamatan Sukaraja Seluma. Sementara DN tinggal indekos di terminal Air Sebakul. “Mereka mengambil barang-barang di toko tersebut sejak bulan Juli 2012 lalu.

Namun aksi mereka terbongkar pada Sabtu kemarin. Sebagai karyawan, mereka sangat mengetahui seluk beluk bengkel tersebut sehingga cukup lama bagi polisi untuk mengungkap aksi pencurian ini. ”Sekarang kami fokus mencari siapa penadah barang-barang hasil curian mereka selain melacak keberadaan jaringan sindikat mereka yang lain,” kata Max lagi.

Sementara Erdi, pemilik bengkel, kepada wartawan media ini mengaku telah kehilangan lebih dari 100 buah ban motor perbulannya. Artinya, apabila dihitung sejak bulan Juli 2012, ia telah mengalami kerugian mencapai ratusan juta. Ia selalu mengeluh sering kehilangan barang dagangannya berupa ban motor dengan berbagai merk.

Namun intensitas barang yang hilang tersebut tidak serentak banyak melainkan sedikit-sedikit. “Saya sudah sangat sering kehilangan itu, tapi hilangnya sedikit-sedikit, memang saya sudah lama curiga, namun selama ini belum ada bukti dan saksi yang melihat,” ungkapnya saat dijumpai usai membuat laporan di Polda Bengkulu. (009)