3 Hari Pesta Seks dan Miras, 1 Siswa Tewas


RATU SAMBAN, BE – Seorang remaja berinisial Yt (16) asal Aur Ringit Tanjung Kemuning, Kaur meregang nyawa sia-sia. Siswa salah satu SMP di Kabupaten Kaur ini ditemukan tewas di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu, Kamis (4/10) dini hari. Diduga remaja ini terlalu banyak menenggak minuman keras (Miras) dan lem aibon ditambah pesta seks.

Korban bersama 2 rekannya Ji (16) dan It (17)—juga warga Aur Ringit Tanjung Kemuning—diketahui menggelar pesta seks dan miras selama 3 hari berturut-turut sejak Minggu malam (30/9). Mereka ditemani 3 perempuan yang diduga pekerja seks komersil (PSK) yang kini kabur. Para PSK itu diajak sejak ketemu di kawasan Pantai Panjang, Minggu sore.

“Kami tu sejak hari minggu mulai minum dan ngisap lem aibon bersama-sama di hotel ditemani 3 wanita. Sesudah mabuk kami langsung berhubungan badan dengan pasangan masing-masing,” aku Ji saat ditemui di RS Bhayangkara, Kamis dini hari (4/10) dalam keadaan masih sempoyongan.
Ji kini yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban diamankan di Polres Bengkulu. Ikut pula disita barang bukti sejumlah botol miras, kaleng lem aibon serta celana dalam perempuan warna putih bergaris merah jambu.

Pesta seks dan miras diawali di Hotel Beringin Tanah Patah Kota Bengkulu. Mereka membooking 2 kamar ekonomi; nomor 24 dan 26. Miras jenis Mansion dan 8 lem aibon ditenggak dan hisap bersama-sama. Tak lama setelah itu mereka bercinta alias berhubungan badan dengan pasangannya masing-masing secara bergantian. Aksi pesta ala barat ini dilakukan ketiganya selama 2 hari di hotel itu.

Namun hari Selasa (2/10), ketiga pasangan itu diminta pindah pengelola hotel. Mereka dianggap membuat gaduh. Ternyata aksi pesta seks dan miras tak terhenti justru hanya pindah lokasi ke Hotel Serasih masih di kawasan yang sama. Pesta itu sempat membuat mereka kecapaian. Bahkan korban sempat beberapa kali pingsan.

“Selama berhari hari kami idak makan, pak. Kawan aku ni (korban) pingsan manjang. Tapi malamnya kami tetap kembali pesta,” terang Ji.
Pendanaan pesta seks dan miras itu didapatkan dari penjualan motor Jupiter keluaran pertama. Motor itu lego hanya Rp 2 juta. Rencananya uang itu ingin dibelikan lagi sepeda motor second. Tapi justru dipakai untuk aksi itu. Sedangkan 3 perempuan yang menemani ikut menyumbang pendanaan pesta tersebut.
“Aku datang ke Bengkulu sebenarnya ndak beli motor. Tapi aku di bawa kawan ke warung remang-remang,” terang Ji yang telah putus sekolah sejak umur 8 tahun ini.

Pesta di Hotel Serasih usai Rabu malam (3/10) sekitar pukul 21.30 WIB. Mereka sangat letih dan lapar setelah 3 hari bergumul. Naik ojek, korban dan Ji menuju kawasan warung remang-remang di Pantai Panjang. Keduanya berencana ingin mencari makan. Saat itu kondisi korban sudah sempoyongan. Duduk di bangunan pemecah ombak sampai larut malam. Tiba-tiba korban pingsan. Saat dibangunkan, korban tak kunjung siuman. Ji pun panik dan berteriak minta tolong. Korban akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara. Namun nyawa korban tak bisa terselamatkan.

Kapolres Bengkulu AKPB H Joko Suprayitno SST MK melalui Kasat Reskrim AKP Imam Wijayanto SIK didampingi Kanit Pidum Ipda Eka Chandra SH membenarkan dugaan sementara korban tewas akibat terlalu banyak menenggak miras dan menghisap lem yang menyebabkan penyempitan pada saluran pernafasan serta hilangnya kesadaran dari pengguna itu sendiri. Ditambah lagi, korban juga melakukan hubungan intim dengan PSK yang terbilang kerap.

“Saat kita cek lokasi tempat korban menginap banyak ditemukan botol miras kosong dan kaleng lem aibon. Selain itu ditemukan satu stel pakaian dalam wanita.
Ini persis dengan pengakuan saksi Ji yang ikut dalam pesta itu,” katanya.

Sejauh ini korban, telah dilakukan visum luar di rumah sakit Bhayangkara Jitra kemudian jasat korban dimasukkan ke ruang jenazah RS M Yunus Bengkulu. Sekitar pukul 10.00 WIB, jasad korban telah dibawa keluarga korban untuk dikebumikan.

“Kita masih menelusuri wanita yang diduga PSK itu. Juga memeriksa tempat penjualan miras dan penjual lem aibon tersebut,”terangnya.(333)