3 Desa Terendam Banjir

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress– Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Kaur beberapa hari ini menyebabkan sejumlah bencana alam. Selain tanah longsor, kemarin sejumlah wilayah di Kabupaten Kaur juga terendam banjir.

Curah hujan yang tinggi Rabu (29/8) malam kemarin mengakibatkan sejumlah rumah penduduk di Desa Padang Panjang, Desa Sukamerindu Kecamatan Semidang Gumay dan Desa Sukaraja Kecamatan Tetap, terendam banjir. Ketinggian air mencapai hingga setengah meter.

“Ada empat rumah warga di desa kami yang terendam banjir, dan satu rumah milik warga yang terendam air dengan ketinggian hingga setengah meter,” kata Kepala Desa Padang Panjang, Arlan Efendi, kemarin (30/8).

Dikatakan Kades, banjir yang merendam beberapa rumah warganya itu disebabkan oleh gorong-gorong yang terpasang persis di bawah badan jalan nasional di wilayah itu terlalu kecil. Sebab gorong-gorong tersebut merupakan muara dari saluran air yang ada di depan rumah-rumah warga, sehingga tidak mampu menahan debit air yang tinggi. Sehingga air meluber ke jalan dan rumah penduduk di sekitar.

“Di depan rumah warga yang kebanjiran ini sudah ada siringnya. Tapi karena saluran pembuangan air terlalu kecil, jadi tidak mampu mengalirkan air dengan lancar,” terangnya.

Kondisi yang sama terjadi dengan beberapa rumah di Desa Sukamerindu dan Suka Raja. Akibat luapan air hujan yang meluber sampai ke jalan nasional wilayah setempat, beberapa rumah warga setempat yang lokasinya berada lebih rendah dari jalan raya, terendam banjir mencapai ketinggian hingga semata kaki orang dewasa.



“Kalau hujan deras, air dari siring meluap ke jalan, hingga memasuki beberapa rumah warga di sini, ini karena tidak ada siring jalan,” ujar Nisa (32), warga setempat kemarin (30/8).

Di lain sisi, tanah longsor juga kembali terjadi di jalan lintas penghubung antara Kecamatan Semidang Gumay-Kinal, tepatnya di kawasan Tebing Karang Dapo. Sebab material longsor yang terdiri dari bebatuan bercampur tanah menutupi sebagian badan jalan raya tersebut. Akibatnya, lalu lintas kendaraan menjadi tersendat akibat tanah longsor yang menutupi badan jalan tersebut.

“Ini terjadi saat hujan deras tadi malam, tapi untuk saat ini material longsor sudah dibersihkan dan aktivitas kendaraan sudah normal lagi. Tapi kita minta kepada pengendara agar tetap waspada,” imbau Kapolsek Kaur Tengah, IPTU Pedi Setiawan MH kemarin (30/8).(618)