26 Ribu Warga Kaur Belum Miliki JKN

SERAHKAN: Kepala BPJS Kaur, Ahmad Fauzi Nugraha saat menyerahkan laporan update pelaksanaan program JKN Kabupaten Kaur kepada Bupati Kaur, H Lismidianto di ruang kerjanya, Rabu (8/9).

BINTUHAN, bengkuluekspress.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (JKN-BPJS) Kesehatan, belum menyentuh seluruh masyarakat Kaur. Sebab, dari 135.200 jumlah penduduk Kaur, baru mencapai 79,84 persen warga yang telah memiliki JKN, dan masih terdapat sekitar 26 ribu warga yang belum memiliki JKN.

“Kita terus menjalin kemitraan dengan semua kepentingan Pemda Kaur, khususnya dengan Bapak Bupati. Baik itu untuk meningkatkan cakupan kepesertaan, ataupun terkait pelayanan kesehatan. Kami juga secara rutin melaporkan perkembangan program JKN kepada Bapak Bupati Kaur,” kata Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Kaur, Ahmad Fauzi Nugraha, S.Farm, AAAK usai menyerahkan laporan update pelaksanaan program JKN Kabupaten Kaur di ruang kerja bupati, Rabu (8/9).

Dikatakan Fauzi, sesuai UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan, setiap warga negara Indonesia dan warga asing yang sudah bermukim di Indonesia minimal enam bulan, wajib terdaftar dalam JKN melalui BPJS Kesehatan. Untuk itu melalui Kades dan pihak terkait pihaknya akan menyisir warga non pekerja yang belum terdaftar JKN.

“Di sini kita terus melakukan sosialisasikan kepada masyarakat pentingnya terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Kita sangat berterima kasih kepada bapak Bupati yang mendukung untuk peningkatan cakupan kepesertaan di Kabupaten Kaur ini,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Kaur, H. Lismidianto SH MH juga menyampaikan, pihaknya terus mendorong para Kades di 192 desa yang ada di Kabupaten Kaur untuk mengalokasikan dana untuk dapat secara kolektif mendaftarkan diri dalam program JKN. Juga meminta kepada warga Kaur yang belum terdaftar sebagai peserta, agar segera mendaftar dan membayar iuran. Sebab hingga per 1 September 2021, peserta dari segmen Pekerja Mandiri berjumlah 15.221 jiwa. Namun, 11 ribu diantaranya menunggak iuran.

“Mari mendaftar sebagai peserta selagi sehat, agar sudah terjamin ketika sakit dan jangan lupa untuk membayar iuran. JKN ini sangat banyak sekali manfaatnya, karena kalau masyarakat sakit tidak terlunta-lunta karena ada yang menjamin. Juga saya minta kepada warga agar aktif membayar iuran BPJS,” tandasnya. (618)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*