25 Mahasiswa Unib Masuk Jurang

EVAKUASI BUS TERGULING

SINGARAJA, BE – Sebuah bus pariwisata terguling di KM 12 Jalan Raya Singaraja-Denpasar, tepatnya di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, Senin (30/11) petang lalu. Belasan penumpang dilaporkan mengalami luka. Sempat mendapat perawatan di RSUD Singaraja dan beberapa jam kemudian sudah diperbolehkan pulang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Bus pariwisata itu disebut merupakan rombongan mahasiswa dari Universitas Bengkulu (Unib). Bus pariwisata dengan nomor polisi B 1790 NGA diperkirakan mengangkut rombongan mahasiswa Unib dari Jakarta. Bus dikemudikan Muhamil, 45, warga asal Jakarta.
Bus disebut mengangkut berisi 33 orang penumpang. Kronologisnya, Bus datang dari arah Denpasar menuju ke Singaraja. Ketika memasuki lokasi, sopir bus merasakan rem bus tak lagi berfungsi.

Akibatnya bus terus melaju ke arah utara di jalur turunan. Tak jauh dari SDN 4 Gitgit, terdapat jalur menikung dan sopir tak mampu lagi mengendalikan kendaraannya. Truk kemudian terhempas ke arah utara dan terguling ke dalam jurang sedalam tiga meter.

Akibatnya seluruh penumpang bus berikut kernet dan sopir ikut terjun ke dalam jurang. Total ada 13 orang yang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut. Beruntung tak ada seorang pun yang mengalami luka serius, dan hanya mengalami luka ringan. Sebelas orang diantaranya dirawat di RS Udayana Singaraja, sementara dua orang lainnya dirawat di RSUD Buleleng.

Kasat Lantas Polres Buleleng AKP Nyoman Sugianyar yang dihubungi Senin (30/11) malam, membenarkan adanya kejadian tersebut. Sugianyar mengatakan belum mengetahui pasti penyebab kecelakaan, karena masih menunggu hasil pemeriksaan. Polisi hanya melakukan identifikasi awal dan berusaha mengevakuasi para penumpang.

“Keterangan sementara yang kami peroleh, rem tidak berfungsi karena terlalu panas. Terkait penyebab pastinya, kami masih belum bisa pastikan, petugas sedang melakukan penyelidikan,” kata Sugianyar.

Sementara itu dari penelusuran Jawa Pos Radar Bali, para korban disebut hanya mengalami luka ringan dan luka memar saja. Koran ini sempat menelusuri para korban di RS Udayana dan RSUD Buleleng. Namun tim medis mengungkapkan seluruh korban sudah pulang.

“Semuanya sudah pulang. Tidak ada yang luka serius. Cuman memar saja,” kata salah seorang perawat.

Studi Tour

Perjalanan dilakukan dalam rangka studi tour yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling (HIMABIKO) Universitas Bengkulu. Keberangkatan mulai dari tanggal 24 November lalu. Sementara, untuk jumlah keseluruhannya sebanyak 27 orang, dan mahasiswa sebanyak 25 dan 1 orang dosen  dan 1 guide yang ikut bersama dalam perjalanan. Kondisi, setelah dilakukan perawatan di rumah sakit setempat, para mahasiswa langsung dipulangkan ke kota Bengkulu menggunakan pesawat yang berangkat mulai dari jam 19.00WIB (1/12). Sementara dari pihak keluarga dari masing-masing mahasiswa sendiri telah dihubungi langsung oleh pihak Prodi, untuk dapat menjemput di bandara Fatmawati.

Sementara, Ketua Program Studi Bimbingan Konseling, Dr. Hadiwinarto, M.Psi  turut prihatin terhadap musibah yang menimpa mahasiswanya tersebut. Namun, dirinya belum bisa memberikan keterangan banyak, dikarenakan saat ini dirinya sedang berada di kota Jogjakarta.

“Saya gak tahu pasti karena gak ikut ke Bali, saya dari Bengkulu ke Jogja itu perjalanan sendiri. Tapi sempat ketemu di Jogja saja, dan sempat saya antarkan ke kampus Jogja, sudah itu perjalanan ke Balinya saya gak ikut,” kata Hadi.(jpg/805)