25 KK Transmigran Tiba

BINTUHAN, BE- Warga Tranmigrasi yang berasal dari 2 Provinsi sudah datang ke Kabupaten Kaur, 25 kepala keluarga (KK)  untuk ditempatkan di lokasi transmigrasi Desa  Tanjung Agung, Kecamatan Tetap. Sebelumnya 25 KK asal  Kabupaten Lumajang  Provinsi Jawa Timur, kemudian kemarin senin (17/12) dari Jawa Tengah dan Bogor sudah  menempati lokasi transmigrasi  di Tanjung Agung. Mereka sebelumnya dijemput oleh Dinas Transmigrasi Bengkulu, Selasa (18/12).

Saat ini  mereka sudah bergabung dengan transmigrasi lainnya yang sudah datang duluan. “Semua warga transmigrasi berjumlah 50 KK, langsung menempati lokasi transmigrasi, Sebelumnya 25 KK asal Lumajang sudah menempati di lokasi transmigrasi,” ujar  Kadisnakertran Kaur Drs Edi Suardi B kepada BE, kemarin.

Dikatakan Edi, 25 orang yang kemarin datang ke Kaur yakni dari Bogor 10 KK dan Karang Anyar, Jateng sebanyak 15 KK. Jumlah kesluruhanya sebanyak 97 KK karena bersama anak-anaknya. Sehingga sudah tidak ada lagi warga tranmigrasi dari luar semuanya sudah datang ke Kaur. “Awalnya memang sebelum ke Kaur mereka harus menjalani dahulu pelatihan dasar umum (PDU) bagi para calon transmigran ini yang akan diberangkatkan  ke Kaur. Namun dalam PDU 25 KK tersebut  lolos dengan baik, tanpa ada keraguan mereka siap ditempatkan dikaur,” jelasnya.

Disisi lain, mulai  hari ini  pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap 50 kk transmigrasi lokal, karena untuk mendampingi transmigrasi asal jawa. Maka disiapkan  warga lokal sehingga agar kekeluargaanya nampak. Untuk saat in jumlah transmigrasi  asal lokal sebanyak 97 Kk, mereka berasal dari Desa Tanjung Agung, Babat,  Kepahyang, Tanjung Dalam dan Pagar Dewa Kecamatan Tetap, kemudian juga ada  dari Padang Guci Hulu, Maje dan Nasal. Namun pihaknya akan melakukan penyaringan terlebih dahulu mana yang layak akan ditempat transmigrasi.

“Ada beberapa syarat yang harus dilihat, yakni mereka benar-benar katagori miskin. Kemudian punya skil dalam pertanian dan ada beberapa persyaratan lainya. Jika sudah memenuhi maka mereka berhak mendaptakan transmigrasi,” jelasnya.
Sementara itu, jika sudah semuanya selesai baik transmigrasi asal Kaur dan Jawa maka tahun 2013 sudah bisa menjalankan lokasi pertanian yang sudah disediakan 2 hektar masing-masing KK. Namun ditekankan disana sementara waktu untuk menanam tanaman muda terlebih dahulu. “Sehingga hal ini dinilai untuk melihat keseriusan warga trans, seperti halnya trans tahun lalu saat ini sudah menghasilkan tanaman ubi rambat, pisang, ketela dan sayur-sayuran berkualitas,” jelasnya.(823)