25 Handtraktor Untuk Poktan

2
2. Dok/Bengkulu Ekspress
Handtraktor bantuan yang diberikan untuk kelompok tani di Bengkulu.

TAIS KABUPATEN SELUMA, Bengkulu Ekspress– Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menyalurkan bantuan bagi Kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Seluma. Berupa 25 unit handtraktor melalui Dinas Pertanian Kabupaten Seluma. Saat ini ke-25 handtraktor tersebut, telah tiba dan diterima oleh Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, untuk sementara waktu dititipkan di Kodim 0425/Seluma.

“Handtraktor sudah ada dan siap dibagikan pada poktan yang ikut dalam program Pajale di Kabupaten Seluma,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma Marah Halim, SP melalui Kabid Pertanian Joko Volley Antoro ST MSi kepada Bengkulu Ekspress.

Dijelaskannya, handtraktor yang diberikan ini bantuan dari Kementan untuk menyukseskan program khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) di Kabupaten Seluma. Di Kabupaten Seluma terdapat 200 Poktan yang ikut dalam Program Pajale besutan Panglima TNI tersebut. Sedikitnya ada 5.500 Hektar lahan telah disiapkan oleh Petani yang tergabung dalam Poktan untuk mensukseskan program Pajale ini.

“Lahan seluas 5500 Hektar yang diminta Komandam Korem (Danrem) 041 Gamas Provinsi Bengkulu melalui Kodim 0425 Seluma, telah kita siapkan melalui Poktan untuk mensukseskan program Pajale ini. Handtraktor ini merupakan salah satu bantuan untuk mensukseskan program ini,”sampainya.

Rencananya dalam waktu dekat Dinas Pertanian Seluma, bersama Kodim 0425 menyerahkan Handtraktor ini langsung kepada poktan untuk memulai proses pengerjaan lahannya. Khusus untuk bibit Jagung saat ini baru tersedia bibit untuk lahan seluas 500 hektar. Sedangkan untuk Padi, bibitnya sudah mencukupi dan untuk Kedelai masih proses pengajuan.”Oleh karena itu nantinya poktan yang ikut dalam program Pajale khusus jagung dan Kedelai kita sarankan dulu untuk menanam padi lahan kering sambil menunggu kesedian bibit jagung dan kedelai mencukupi,”ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, dirinya berencana mensosialisasikan hal ini kepada Poktan agar lahan yang telah disiapkan untuk Jagung dan Kedelai ini tidak terbengkalai dan menjadi semak belukar. “Kita sosialisasikan kepada poktan untuk sementara tanam padi dulu. Baru kemudian menanam jagung dan kedelai,” imbuhnya. (333)