24 TKA Asal China Terdeteksi, Diprediksi Bakal Bertambah

LebongTUBEI, Bengkulu Ekspress – Bidang Pengawasan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Provinsi bersama Disnakertrans Kabupaten Lebong, Rabu (1/3) terun ke lapangan untuk mengecek dokumen dan kelengkapan administrasi tenaga kerja asing (TKA) yang ada di beberapa perusahaan yang bergerak di bidang PLTA dan Penambangan dan Penambangan Emas serta tambang Batu Bara (BB) di dalam wilayah Kabupaten Lebong.

Hingga sore kemarin, baru dua perusahaan yang didatangi yakni PT Bangun Tirta Lestari (BTL) di Trans Ladang Palembang Kecamatan Lebong Utara, yang tengah melakukan pekerjaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan PT Tansri Majid Energi yang bergerak di Bidang Penambangan Emas yang berada di Lebong Tambang.

Dari dua perusahaan tersebut, terdeteksi sebanyak 24 TKA asal China. Masing-masing 16 TKA di PT Bangun Tirta Lestari (BTL) dan 6 TKA di PT Tansri Madjid Energy (TME).

Pelaksana Tugas Kepala (PLt) Dinas Tenaga Kerja dan Trnasmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lebong, Bambang Teguh SSos mengungkapkan, hasil pengecekan lapangan tim dari provinsi dan kabupaten di bidang pengawasan berhasil mendeteksi 16 TKA asal Cina. 16 TKA tersebut ketika dicek dokumennya terdaftar dan sudah menyerahkan izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA). Hanya saja sebagai mana informasi yang berkembang selama ini adanya indikasi TKA bekerja di kedua perusahaan tersebut tidak sesuai peruntukannya sebagaimana diketahui sebagi tenaga ahli dibidangnya masing-masing, namun saat di cek dokumennya, memang para TKA tersebut sesuai bidangnya sebagai ahli di bidang terowongan.

“Sehingga ketika dilihat dalam sehariannya, mereka bekerja sebagai tenaga kasar atau buruh harian yang tidak sesuai dengan keahliannya untuk memberi pelajaran bagi tenaga lokal yang bekerja di perusahaan tersebut,” kata Teguh.

Diungkapkan Teguh, para TKA tersebut saat di cek di lapangan, sesuai bidangnya sebagai ahli terowongan memberi praktek kepada tenaga kerja lokal secara langsung. Diperkirakan jumlah TKA yang akan dipekerjakan di dua perusahaan tersebut masih akan bertambah, karena masih menunggu proses keluarnya IMTA. Melalui pengawasan langsung tersebut, pihaknya tidak hanya mengecek dokumen dan kelengkapan admiinistratif, namun juga memberikan pembbinaan langsung kepada pihak perusahaan yang dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan-kekurangan administratif.

“Informasi lebih lanjut juga kita dapatkan terdapat TKA di PT Jambi Resource (JR) yang terletak di wilayah Kecamatan Pinang Belapis. Sore ini juga (sore kemarin,red) kita akan ke lokasi. Di sana juga kita mendapat informasi soal karyawan yang dipekerjakan tidak terdaftar atau tidak diberi kontrak sebagaimana kewajiban administrasi perusahan yang seharusnya memberi jaminan kontrak kerja kepada setiap karyawan yang dipekerjakan sesuai waktu yang ditentukan,” ungkap Teguh.(777)