24.114 Jiwa Penyalahguna Narkoba di Bengkulu.

Pemprov Bengkulu Ajak Generasi Milenial Jauhi Narkoba

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu, mengajak generasi milenial untuk menjauhi barang berbahaya narkoba dan sejenisnya.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Novian Andusti saat memimpin upacara dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2019 dan Hari Anti Narkotika Internasional 2019, yang dilaksanakan secara serentak di Lapangan Kantor Gubernur, Rabu(26/6).

“Peran Keluarga sangat penting dan berharga dalam menciptakan generasi hebat, bebas dari bahaya Narkotika yang dapat merusak masa depan generasi penerus,” terang Sekdaprov usai memimpin upacara kepada Bengkuluekspress.com, Rabu (26/6)/

Dilanjutkan Nopian, pelaksanaan Harganas dan Hani dilaksanakan secara serentak, sebab keduanya memiliki keterkaitan. Harganas tentang keluarga dan Hani tentang narkotika. Peredaran narkotika sedang marak terjadi akhir-akhir ini, oleh sebab itu peran keluarga sangat penting agar menjauhkan generasi penerus dari barang berbahaya tersebut.

“Membentuk karakter anak dimulai dari keluarga. Komunikasi yang baik dalam keluarga sangat bagus bagi perkembangan anak kedepan. Agar lebih produktif dan mencegah anak tidak terjerumus pada hal hal buruk seperti narkoba,” pungkasnya.

Sekdaprov menegaskan, Pemerintah Daerah berkomitmen memberantas segala bentuk peredaran narkoba, agar kedepan Indonesia menjadi negara yang bebas narkoba. Hal ini, juga sebagai langkah menciptakan generasi yang berkualitas.

“Hani 2019, kita sepakat berperang memberantas seluruh aktifitas peredaran narkoba di segala penjuru daerah. Kedepan kita memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas agar negara ini mampu bersaing untuk berkembang menjadi hebat,” tegas Sekda.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu Brigjen Pol. Drs. Agus Riansyah menyampaikan, BNNP terus melakukan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat akan bahaya narkoba. sejauh ini penyalahgunaan narkoba di provinsi bengkulu mencapai angka 1,68% atau sekitar 24.114 orang.

“Kasus penyalahgunaan di Bengkulu masih sangat tinggi, paling banyak dari tingkat pekerja sedangkan pelajar ada juga namun sedikit. BNNP juga terus melakukan edukasi terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika,” ungkap Agus. (HBN)