232 CJH Batal Berangkat

FOTO IST/BE

CURUP, Bengkuluekspress.com– Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rejang Lebong menunda keberangkatan 232 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Rejang Lebong. Hal tersebut seiring dengan pembatalan pelaksanaan ibadah oleh Kementerian Agama karena pandemi Covid-19.

Kepala Kantor Kemenag Rejang Lebong, Drs H Lapulangi MM melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Drs h Akhmad Hafizuddin mengungkapkan dengan adanya pembatalan tersebut, seluruh CJH asal Kabupaten Rejang Lebong yang telah melaksanakan pelunasan BPIH menerima kebijakan dari pemerintah pusat tersebut.

“Meskipun ada pembatalan, namun alhamdulillah seluruh calon jemaah haji kita yang seyogyanya akan berangkat tahun ini menerima kebijakan dari pemerintah tersebut,” sampai Hafiz saat dikonfirmasi Rabu (3/4) kemarin.

Menurut Hafiz, para CJH asal Kabupaten Rejang Lebong menerima mereka batal berangkat tahun ini, karena mereka meyakini bahwa keputusan yang diambil pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama adalah suatu langkah yang tepat ditengah pandemi Covid-19 saat ini. Sehingga para CJH asal Kabupaten Rejang Lebong meyakini ada hikmah dibalik pembatalan tersebut.

Meskipun para CJH tersebut batal berangkat ditahun 2020 ini, namun menurut Hafiz Kemenag Rejang Lebong menjami 231 CJH asal Kabupaten Rejang Lebong tersebut akan menjadi prioritas berangkat ditahun 2021 mendatang.

“Salah satu hikmah batal berangkat tahun ini, para CJH kita ini berkesempatan untuk memperdalam lagi pengetahuan mereka terutama terkait dengan rukun-rukun haji,” sampainya.

Hal tersebut, karena menurut Hafiz, buku panduan pelaksanaan ibadah haji sendiri sudah diberikan kepada para CJH. Dengan telah dibagikan buku panduan termasuk doa dan amalan lainnya bisa diperdalam selama satu tahun atau sembari menunggu pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 mendatang.

“Kalau untuk tahapan sendiri, untuk pelunasan baik tahap 1 maupun 2 sudah selesai, bila pelaksanaan ibadah haji tidak ditunda atau dibatalkan saat ini sudah masuk dalam tahapan penyerahan koper kepada calon jemaah haji atau bahkan sudah masuk tahapan masuk asrama haji,” demikian Hafiz. (251)