230 Pejabat Dimutasi

DONI/Bengkulu Ekspress Bupati Kepahiang, Hidayatullah Sjahid memimpin pembacaan sumpah jabatan 230 ASN yang dimutasi dan rotasi, Kamis (14/3).

SK Tanpa Nomor, Bupati Marah

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Pelaksanaan mutasi dan rotasi 230 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, Kamis (14/3) membuat Bupati Kepahiang, Hidayatullah Sjahid, marah besar. Pasalnya, SK mutasi yang dibacakannya tidak memiliki nomor, sehingga membuatnya geram.

“Mentang-mentang bupati tidak suka memaki-maki, kalian seenaknya saja. Pas pelantikan tidak ada nomor SK-nya. Mau jabatan, rela melakukan segala cara. Tetapi mulai sejak pelantikan sudah mulai seenaknya,” ujar bupati dengan nada tinggi.

Bupati mengetahui SK mutasi belum memiliki nomor surat usai penandatanganan berita acara mutasi dan rotasi di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Saat itu Bupati memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan bagi 230 ASN yang dilantik. “Mutasi ini bukan semata-mata kehendak bupati, mutasi adalah usulan dari kepala OPD, evaluasi jobfit, kinerja, dan kesesuaian jabatan,” ucapnya.

Bupati menegaskan dirinya yang tidak suka marah-marah dinilai lemah oleh para ASN dijajaran Pemkab Kepahiang. Penilaian itu salah besar, sebab dirinya tidak sembarangan dalam mengambil keputusan atau kebijakan karean tidak ingin Kepahiang terzolimi. “Kalau saya ikuti amarah dari bisikan telinga saya, tiap hari kita mutasi. Tetapi saya harus melihat kondisi dan selektif masing-masing OPD,” katanya dengan tegas yang membuat para ASN seperti Kepala Dinas dan Sekda yang hadir diruangan ikut terdiam.  Insiden marahnya bupati sempat membuat kelabakan para ASN yang bertugas, beberapa ASN di Bagian Umum Setda berlari keluar mencari berkas SK mutasi yang sudah diberikan nomor.



“Mana SK mutasi, yang didepan tidak ada nomornya. Pak Bupati marah,” ucap ASN bertanya dengan pegawasi BKPSDM yang berada di meja administrasi di depan gedung aula Dikbud.

Hingga akhirnya ASN Bagian Umum menyerahkan SK baru kepada bupati, baru insiden emosi berhenti. Bupati Hidayatullah Sjahid kembali melanjutkan tahapan mutasi dengan memberikan arahan kepada ratusan ASN dan pejabat yang berada didalam ruangan. Raut muka merah karena menahan amarah masih terlihat diwajah Bupati saat menyampaikan pengarahan.

 Periyandi Pasang Badan
Atas insiden marahnya Bupati, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pengembangan Sumber Daya Manusian (BKDPSDM) Kepahiang Dr Periyandi MM mengaku bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi. Periyandi mengatakan bila kesahan ada pada dirinya bukan jajaranya. “Saya siap disanksi bupati, yang salah saya bukan anak buah saya. Karena saya pimpinan jadi tanggungjawab saya,” ungkapnya.

Periyandi mengatakan tidak adanya nomor dalam SK Mutasi yang dibaca Bupati murni kekhilafan manusia. Sebab, panitia yang menyiapkan berkas dan melaksanakan kegiatan mutasi rotasi merupakan manusia biasa. “Ini kesalahan sebagai manusia. Saya siap disanksi pak Bupati atas kesalahan ini,” tutupnya.

Mutasi 230 ASN
Dalam mutasi yang digelar kemarin, bupati menggeser lima jabatan eselon dua (Kadis) yakni Sekwan Muhdi Spd dirotasi menjadi Kadis Perpustakaan, Ismail Hakim Kadis PUPR dinonjob di Sekretariat Daerah. Yuni Hartati Kadis Perpustakaan nonjob Setkab, Aidil Fitri S Kadi Kominfo nonjob Setkab serta Idrus S.Sos, Stah Ahli nonjob Setkab. (Info lihat grafis, red). Serta ada 14 jabatan eselon IV promosi jabatan diantaranya dr. Hulman August Erikson Direktur RSUD Kepahiang, dr. Darwanto Kepala Puskesmas Durian Depun dan Hamsia, SKM Kepala Puskesmas Cugung Lalang. Kemudian ada 211 pejabat eselon III yakni Kabid, Kasi, dan lainnya digeser untuk meningkatkan kinerja. (320)