22 Kasus Asusila

Foto : IST

TAIS, Bengkulu Ekspress – Terhitung setahun terakhir dan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) diketahui terjadi kasus Asusila mencapai 22 kasus di Kabupaten Seluma. Kasus ini tersebar dan terbanyak terjadi di Kecamatan Seluma Selatan.

“Dari kasus tersebut kita lakukan pendampingan. Seperti yang kasus terbaru saat ini lagi diproses di Polres. Hari ini (kemarin,red) kita datangkan psikolog untuk mendampingi korban dan kedua terduga pelaku,” ujar Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas DP3AP2KB, Meli A Atian Sukaisi kepada BE.

Dibeberkan, sepanjang 2019, dari Januari sampai sekarang terjadi sebanyak 22 kasus asusila. Dari kasus tersebut sudah dilakukan pendampingan. Selain itu, pendampingan juga dilakukan terhadap korban maupun pelaku yang masih dibawah umur.

“Pencegahan secara dini kasus asusila ini, memang perlu dukungan peran dari satgas PPA di desa, Kemenag, Diknas dan Dinkes. Tidak cukup dilakukan Dinas DP3AP2KB saja,” ujarnya.

Selain itu, juga harus ada peran serta juga dari kementrian PPA meminta Daerah membentuk satgas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Hanya saja, Satgas PPA sudah ada dibentuk, namun masih belum lengkap. Saat ini kementrian meminta juga dilakukan pembentukan satgas PATBM.

Bupati Seluma Bundra Jaya SH MH menuturkan, turut prihatin kembali terjadinya kasus asulila yang kacap kali terjadi di Kabupaten Seluma ini. Selain dari individu pelaku itu sendiri, dirinya, juga meminta agar orang tua aktif dalam pengawasan terhadap anaknya. Peran serta dari instansi dapat juga diminta dioptimalkan lagi kedepannya.

“Kita doakan tidak terjadi lagi. Selama sering didatangkan pengajian, masjid taklim, ustad dalam sosialisasi kemasyarakat. Bila asusila masih terjadi berarti itu prilaku individunya, mungkin pengaruh dari internet. Dengan itu para orang tua harus aktif dalam pendekatan dan pengawasan terhadap anak-anaknya,” tegas Bupati. (333)