21 Ribu Blanko SKHUN Belum Cetak

Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Wajar saja jika sampai saat ini peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) belum menerima Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN). Pasalnya, sebanyak 21 ribu SKHUN hingga saat ini belum tuntas dicetak.

“Persoalan blanko SKHUN ini diperkirakan tuntas November,” ungkap Ketua panitia Ujian Nasional Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Provinsi Bengkulu R Wahyu DP saat diwawancarai Bengkulu Ekspress.

Dituturkan Wahyu, sebenarnya pembuatan blanko SKHUN menjadi kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kabupaten/kota masing-masing. Meski begitu, Dinas Dikbud diminta kabupaten/kota untuk memfasilitasi pencetakan ribuan blanko tersebut. Dinas Dikbud Kabupaten/kota yang meminta difasilitasi pencetakan blanko SKHUN ke Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu, hampir menyeluruh dari 10 kabupaten/kota.

Hanya satu kabupaten yang mengadakan pencetakan sendiri, yaitu kabupaten Bengkulu Selatan. Dalam pelaksanaanya, sampai saat ini proses pencetakan blanko SKHUN yang difasilitasi Dinas Dikbud belum tuntas, masih dalam proses penomoran seri. Keterlambatan pencetakan dikarenakan adanya tarik ulur di Dinas Dikbud kabupaten/kota.

“Ada yang memesan kemudian dibatalkan dan kemudian memesan lagi, dan belum validnya data kelulusan. Hal semacam itu menyebabkan panitia UN Dikbud telat mencetak,” cetusnya.

Sementara, blanko SKHUN tahun pelajaran 2015/2016 dan tahun pelajaran 2016/2017, juga baru proses cetak. Dulu kendalanya masalah aplikasi yang diserahkan ke Dikbud provinsi.  “Dulu juga sama, ada yang minta dicetakkan ada yang enggak, karena ada yang minta blanko saja dan mencetak sendiri, yang memesan akan kita cetakkan,” terangnya.

Wahyu memastikan, bulan depan keluhan blanko SKHUN sudah tidak ada lagi, begitu sudah dicetak dan diberikan penomoran, maka segera didistribusikan ke kabupaten/kota.  Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah SD di Kota Bengkulu, mempertanyakan belum keluarnya SKHUN tingkat SD sejak 2015. Sudah tiga tahun berturut-turut, SKHUN terus mengalami keterlambatan. Sampai saat ini siswa lulusan 2015, 2016, dan 2017 belum menerima SKHUN asli.

Wali murid Rosda menuturkan, anaknya sudah lulus SD sejak tiga tahun lalu, namun sampai sekarang belum diberi SKHUN dari sekolahnya. Ia sendiri sudah kerap mempertanyakan surat berharga itu ke sekolah, namun jawabannya tetap sama belum ada.  Ia merasa kecewa, karena tidak adanya SKHUN asli cukup mempersulit anaknya mengenyam pendidikan lebih tinggi.  “Anak saya diberi surat keterangan sementara. Padahal begitu belajar ke luar kota diminta yang asli,” kata Rosda.

Ia juga mempertanyakan kenapa SKHUN belum juga keluar. Padahal kegiatan ujian agenda tahunan, semestinya pelaksanaan penyerahan ijazah sudah terjadwal. Ia berharap pemerintah segera memberikan keterangan atas kelengkapan surat menyurat anak kami sehingga kami tidak dipersulit saat melanjutrkan pendidikan di luar daerah.
Kepala SDN 19 Kota Bengkulu Masyhuri Effendi membenarkan, selama tiga tahun SKHUN siswa/siswi yang lulus belum juga keluar. Terhitung sejak tahun pelajaran 2015/2016, kemudian 2016/2017 dan tahun 2017/2018.

Awalnya ijazah dan SKHUN dicetak di sekolah, kemungkinan untuk keseragaman sehingga ijazah dicetak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sayangnya, setelah diambil alih, pada tahun 2015/2016, SKHUN sudah dicetak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu dan dibagikan ke sekolah. Namun, dalam realisasinya terdapat kekeliruan saat itu, karena belum seluruh sekolah menggunakan kurikulum-2013 (K-13) sehingga pihak sekolah mengembalikan ulang. Hingga saat ini sekolah belum menerima kembali SKHUN perbaikan yang baru.



Tidak keluarnya blanko SKHUN kembali terjadi ditahun 2016/2017, namun pengelola yang semula Dinas Pendidikan Provinsi diambil alih Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu. Meski begitu, hingga saat ini pun SKHUN belum keluar. Kejadian yang sama, SKHUN belum keluar ditahun 2017/2018. “Sekolah hanya menyiapkan SKHUN sementara sebagai syarat untuk mengikuti pendaftaran SMP, ” imbuhnya.

Diakui Masyuri Effendi, keluhan orang tua yang menginginkan SKHUN anaknya tidak terbendung. Apalagi SKHUN akan dijadikan syarat untuk ujian nasional tingkat SLTP.  “Kami sekolah tidak bisa apa-apa, ketika di minta yang asli, ya SKHUN sementara dari sekolah itulah yang asli.

Kita sudah mempertanyakan blanko ijazah ini ke Dikbud kota Bengkulu, alasannya masih dalam proses. Kami meminta Dinas Dikbud segera mencarikan solusi, sehingga jika memang tidak bisa dicetak, sekolah akan mencari solusi atas desakan wali murid,” tukasnya. (247)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*