2020, Asrama Haji Setara Hotel Bintang 3

Bustasar

Dua Kabupaten Miliki Pusat Layanan Haji Terpadu

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Kesuksesan pengelolaan anggaran, pembangunan dan penyelenggaraan haji tahun 2019, membuat Provinsi Bengkulu mendapat kucuran anggaran dari Kementerian Agama. Anggaran tersebut untuk pembangunan asrama haji Bengkulu dengan total dana mencapai Rp 56 miliar. Rincianya, Rp 53 miliar akan digunakan untuk penambahan bangunan asrama haji dengan kapasitas 90-an kamar dan setara dengan hotel bintang tiga.

Sedangkan Rp 3 miliar lagi untuk pembangunan musala asrama haji. Dengan penambahan asrama haji ini diperkirakan akan mampu menampung jumlah jemaah setiap kloter yang masuk asrama setiap musim haji nantinya.

“Bangunanya nanti agak ke timur dan dilengkapi dengan musala. Kamar jemaah haji akan dibangun setara bintang tiga. Dengan begitu, jemaah haji Bengkulu bisa istirahat di asrama haji dengan tenang dan nyaman,” ungkap Kapala Kantor Wilayah Kementerian Agama Bengkulu, Drs H Bustasar MS, MPd.

Selain itu, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah juga mengucurkan anggaran untuk membangun Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLTHUT) di dua kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Pembangunan PLHUT merupakan dua dari enam belas daerah yang mendapatkan fasilitas yang sama di Indonesia. Pembangunan gedung juga akan dilaksanakan di tahun 2020 yang dipusatkan di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Bengkulu Selatan dengan total anggaran Rp 4,6 miliar bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). “Syukur alhamdulillah, tahun 2020 kita mendapatkan dua sarana layanan publik khusus layanan haji terpadu,” bebernya.

Besaran anggaran untuk kelangsungan pembangunan sarana tersebut yakni Bengkulu Tengah Rp 2,2 miliar dan Kabupaten Bengkulu Selatan mendapat kucuran dana Rp 2,4 miliar. Dikatakan Bustasar, pembangunan Layanan Haji dan Umrah Terpadu merupakan program inovasi layanan haji, karena daerah merupakan ujung tombak pelayanan jemaah haji dan umrah maka harus mendapat perhatian lebih besar untuk meningkatkan layanan pada jemaah. “Ini pilot projek Kementerian Agama, pemerintah daerah setempat sudah menyiapkan lahan tersebut,” beber Bustasar.

Gedung itu, kata Bustasar, akan melayani proses pendaftaran, pembayaran, cek kesehatan, bahkan pelaksanaan manasik haji. Harapanya gedung ini akan digunakan sebagai pusat aktivitas pelaksanaan rangkaian haji dan umrah. “Jemaah haji ke depan akan semakin dibuat nyaman, karena semua pelayanan ada di sana,” harapnya. Tidak hanya itu, di bawah kepemimpinan Bustasar, program pembangunan di bawah Kanwil Kemenag Bengkulu semakin pesat. (247/pkt)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*