2019, Kemumu Destinasi Wisata Domestik

Bupati BU, Ir Mian, Kadis Pariwisata BU, Mustarani Abidin SH MSi dan Konsultan dari Unib saat membahas rencana pembangunan Objek Wisata Kemumu di ruang Pola Bappeda BU, kemarin (22/2)
Bupati BU, Ir Mian, Kadis Pariwisata BU, Mustarani Abidin SH MSi dan Konsultan dari Unib saat membahas rencana pembangunan Objek Wisata Kemumu di ruang Pola Bappeda BU, kemarin (22/2)

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress– Bupati Bengkulu Utara (BU), Ir Mian menargetkan Objek Wisata Kemumu akan menjadi destinasi wisata domestik di Provinsi Bengkulu pada tahun 2019 mendatang. Untuk itu, pembangunan infrastruktur harus sudah dilaksanakan dari tahun 2018 ini.

‘’Saya targetkan 2019 ini Objek Wisata Kemumu jadi destinasi wisata Provinsi Bengkulu dan domestik,’’ ujar Bupati dalam sambutan membuka acara Rencana Induk Pembangunan Objek Wisata (RIPOW) di ruang Pola Bappeda BU, kemarin (22/2).

Bupati menambahkan demi mewujudkan RIPOW, maka tidak perlu harus terlalu sering diskusi dan rapat yang hanya sifatnya pemborosan biaya. Namun, harus melakukan aksi nyata dilapangan.
‘’Tidak hanya maraton dalam forum diskusi saja, tapi harus ada action,’’ ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan dalam melaksanakan RIPOW, harus ikutserta dari seluruh SKPD harus serius untuk mewujudkan RIPOW ini. Maka, jangan ada ego sektoral dalam melaksanakan pembangunan tersebut.

‘’Jangan berjalan sendiri, jangan ada ego sektoral. Seluruh SKPD harus terlibat dalam pembangunan ini,’’ katanya.

Bupati melanjutkan pembangunan harus dalam berbentuk konsep kawasan dan berkesinambungan. Jika tidak, maka pemerintah pusat tidak akan mengucurkan anggaran.

‘’Jika kita membangunan tanpa konsep kawasan tidak akan dipedulikan pemerintah pusat,’’ jelasnya.

Revitalisasi Palak Siring

UNTUK mensukseskan pembangunan objek wisata Palak Siring Kemumu, sudah dibuatkan master plan yang menggendeng Universitas Negeri Bengkulu (Unib). Berbagai rencana pembangunan itu, yakni air terjun dan kolam renang, flyingfox serta berbagai wahana objek wisata lainnya.

‘’Master plan yang sudah dibikin, harus segera dilaksanakan. Karena, ini akan menjadi destinasi wisata di Provinsi Bengkulu,’’ terangnya.

Disamping itu, bupati menyampaikan pengembangan objek wisata harus diiringi dengan promosi bersama. ‘’Ini perlu kita promosikan bersama, agar objek wisata Kemumu dapat dikenal dan menjadi pilihan kunjungan wisata,’’ imbuhnya.

Jogging Track Persawahan

TAK hanya itu, selain pengembangan objek wisata Palak Siring, pembangunan jogging track membelah persawahan Kemumu sepanjang 3 Km juga dilakukan. Tujuannya, untuk menambah pilihan objek wisata.

‘’Pembangunan jogging track ditengah-tengah sawah juga kita bangun sepanjang 3 Km dari Kelurahan Kemumu menuju Desa Sido Urip,’’ tambah bupati.

Dalam pembangunan jogging track ini, akan dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perternakan (DTPHP) BU. Untuk itu, bupati mengharapkan pembangunan dapat dilakukan dengan baik.

‘’Jangan bangun asal-asalan, 3 bulan rusak. Karena, ini akan menjadi tambahan destinasi wisata di Kemumu,’’ tuturnya.

Hotel Bintang 1

AGAR menjadi satu objek wisata yang lengkap, maka Pesanggrahan Kemumu akan dibuatkan menjadi sekelas Hotel Bintang 1. Karena, ini untuk memudahkan para wisatawan untuk mencari penginapan ketika berkunjung nantinya.

‘’Kita juga akan buatkan Pesanggrahan Kemumu menjadi Hotel minimal Bintang 1,’’ jelasnya.
Bupati menyebutkan untuk mewujudkan rencana ini, maka Wakil Bupati (Wabup) BU, Arie Septia Adinata SE telah diutus langsung untuk mencari investor.

‘’Pak wabup sudah kita minta untuk mencari langsung investor, agar pesanggrahan dapat dibuatkan menjadi hotel bintang 1,’’ lanjutnya.

Pembatas Jalan Kemumu

DEMI kenyamanan kunjungan para wisatawan dan masyarakat, maka sepanjang jalan menuju Kemumu yang berada di sepanjang siring irigasi akan dipasang besi pengamanan jalan.

‘’Jalan rawan sepanjang Kemumu akan kita pasangkan besi pengaman. Ini untuk mencegah jika terjadi kecelakaan, pengendara tidak masuk ke dalam siring irigasi,’’ paparnya.

Guna mewujudkan itu, Bupati mengaku telah berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk dapat memasang besi pembatas pengaman tersebut. ‘’Ini sudah kita sampaikan ke provinsi. Mudah-mudahan segera dapat terealisasi,’’ pungkasnya.(816)