2015 Bengkulu Bebas Narkoba

BENGKULU, BE – Sekretaris Provinsi Bengkulu Drs H Asnawi A Lamat MSi mengatakan Bengkulu berkomitmen untuk bebas Narkoba pada tahun 2015. Komitmen tersebut tidak sekadar menjadi target, tetapi komitmen semua elemen masyarakat untuk mewujudkan Bengkulu bebas Narkoba 2012.
“Jadi tidak sekadar target, tapi komitmen semua elemen masyarakat untuk mewujudkan Bengkulu bebas Narkoba pada 2015,” katanya di sela-sela peringatan hari antinarkoba internasional yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu, Kamis.
Ia mengatakan sejumlah strategi untuk mewujudkan komitmen tersebut sudah dirancang di BNNP Bengkulu. Termasuk melibatkan para pelajar dan mahasiswa yang selama ini rawan menjadi pelaku penyalahgunaan Narkoba. “Kunci keberhasilannya ada pada kerjasama seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.
Pelaksana tugas Kepala BNNP Bengkulu Noersaid mengatakan target bebas Narkoba tersebut dapat diwujudkan dengan meningkatkan peran seluruh lapisan masyarakat. “Apalagi sudah ada aturan yang mendorong masyarakat untuk wajib lapor terhadap kasus Narkoba,” katanya.
Meski kasus penyalahgunaan Narkoba di Provinsi Bengkulu mengalami peningkatan dari 227 orang pada 2010 menjadi 232 orang pada 2011, ia mengatakan tetap optimis target tersebut tercapai. Selain meningkatkan kegiatan penyuluhan, BNNP kata dia juga akan melakukan tes Narkoba terhadap 800 pelajar dan mahasiswa di Kota Bengkulu.
“Ada 25 sekolah yang terlibat dan dua perguruan tinggi untuk program tes Narkoba kepada para pelajar dan mahasiswa,” katanya.
Sedangkan tes Narkoba terhadap para pegawai negeri sipil akan diprogramkan ulang. Tes urine untuk pencegahan penyalahgunaan Narkoba di tingkat PNS Provinsi Bengkulu pernah direncanakan pada 2010 dan 2011 namun tidak terealisasi.
Dalam kesempatan tersebut, ratusan pelajar dan mahasiswa Kota Bengkulu, Kamis menegaskan ikrar anti Narkoba dalam peringatan hari anti Narkoba internasional. Ikrar tersebut disampaikan di hadapan Sekretaris Provinsi Bengkulu Asnawi A Lamat dan seluruh peserta acara peringatan hari anti Narkoba internasional yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu.
Tiga ikrar yang disampaikan pelajar dan mahasiswa yakni bahwa pelajar dan mahasiswa tidak ingin mati mengenaskan karena Narkoba, kedua bertekad menjauhi Narkoba dan ketiga akan mengajak teman-temannya untuk menjauhi Narkoba.
Pelaksana tugas Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu Norsaid, mengatakan 25 sekolah dan dua perguruan tinggi dilibatkan dalam kegiatan tersebut. “Sesuai fungsi BNNP untuk pencegahan penyalahgunaan Narkoba, kami melibatkan pelajar dan mahasiswa sebagai duta anti Narkoba,” katanya.
Pelibatan pelajar dan mahasiswa kata dia tidak terlepas dari kasus penyalahgunaan Narkoba yang sebagian besar melibatkan generasi muda. Ia mengatakan angka kasus Narkoba di Provinsi Bengkulu mengalami peningkatan dimana pada 2010 sebanyak 227 orang menjadi 232 orang pada 2011. “Peningkatan mencapai 10 persen dan ini harus menjadi perhatian bersama mulai dari pencegahan yang menjadi domain BNNP dan pemberantasan di tingkat kepolisian,” ujarnya. (100)