2013, Pemerintah Terima 70 Ribu PNS

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokras, Ir. Azwar Abubakar menegaskan bahwa di tahun 2013, pihaknya akan menerima PNS dalam jumlah besar. ‘’ Tahun depan, 2013 kita menerima 70 ribu PNS, atau 50 persen dari yang pensiun. Jika dulu kan misalnya yang pensiun 100 orang, kita menerima 100 orang. Kita sekarang sudah mulai downsizing,’’ ujarnya.

 

Ditegaskannya, pemerintah saat ini tengah berada di moratorium.  Untuk itu, pihaknya tidak menerima PNS terlalu banyak.  PNS yang diterima hanya yang penting-penting seperti guru, dokter, sipir lembaga pemasyarakatan. Untuk tahun ini total 13 ribu yang dibutuhkan, namun yang mendaftar 200 ribu.

 

Pada 2011, jumlah PNS saat ini adalah sebanyak 4,7 juta pegawai pusat dan daerah. Karena kita tidak menerima pegawai baru selama setahun sekarang 4,57 juta, soalnya ada yang pensiun 130 ribu. ‘’Sekarang kita terima cuma 13 ribu, berarti kan turun lagi. Tahun depan 70 ribu harus ada karena butuh untuk pergantian,’’ ujarnya.

 

Dalam melakukan pihaknya akan mencontoh pola rekrutmen yang bagus

seperti Kementerian Luar Negeri.  Di mana nama calon PNS hingga tempat duduk sudah diberikan barcode khusus. Nah kalau dulu kan daerah boleh melakukan perekrutan pegawai. Ada juga yang menyimpang dengan memakai kedok kampus. Dalam proses ujian misalnya yang lulus 100, begitu diserahkan kepada kepala daerah diubah namanya menjadi 50 nama.

Hal inilah yang dijadikan lahan permainan uang hingga puluhan juta. Jadi seberapa besar suatu kabupaten membutuhkan pegawai? Karena saya pernah lihat anggaran gaji di daerah ada yang Rp4 miliar. Padahal kita yang di pusat 100 orang saja tidak sampai sebesar itu. Lalu uangnya untuk apa? Padahal uang sebesar itu bisa digunakan untuk membangun jembatan.

Ya akhirnya kita minta 10 konsorsium kampus untuk membuat soal, melaksanakan ujiannya. Dibantu oleh Lembaga Sandi Negara, kepolisian untuk pengamanan tertutup hingga mengawal ke percetakan yang menang tender di tiap daerah. Ujiannya diawasi oleh polisi, ICW juga membantu. Lembar jawaban itu dibawa ke BPPT, dengan sistem komputer dipindai langsung dan dapat dibaca siapa yang lolos.(**)