2012, Panen Padi Tembus 3.000 Ton

KOTA BINTUHAN,BE – Hasil produksi padi di Kaur dinilai lebih baik dari tahun sebelumnya. Hingga akhir tahun ini produksi padi diperkirakan mencapai 3000 ton dari luas sawah sekitar 7.972 hektar. Sawah ini terdiri dari sawah tadah hujan seluas 2.656 hektar dan irigasi seluas 5.316 hektar. “Untuk mencapai hasil produksi yang memuaskan, diharapkan petani bisa lebih proaktif dalam meningkatkan hasil produksinya,”  Kata Kadis Pertanian Kaur Ir H Herwan, kemarin (2/10).

Ia mengatakan selama ini Cabang Benih Nasoinal (CBN) sebanyak 87.500 kilogram atau 87,5 ton bibit unggul, telah disalurkan kepada 140 kelompok tani (koptan) yang menyebar di 15 kecamatan di Kaur, dengan akumulasi pembagian sebanyak 625 kilogram perkelompok. Saat ini hampir seluruh wilayah Kecamatan Nasal dan Padang Guci Hulu  sudah menggarap sawah. “Seperti Kecamatan Kelam Tengah, Maje, Kaur Selatan diwilayah lainnya. Diharapakan tahun 2012 panen terakhir bisa lebih baik,” katanya.

Dijelaskanya, saat ini pihak Dinas Pertanian terus memantau perkembangan persawahan. Menjadi kendala saat ini masalah pupuk tapi bisa diatasi dengan baik. Pihaknya masih akan mengamati terus menerus perkembangan pupuk karena jika pengecer ketahuan menjual harga di atas HET maka akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. saat ini harga pupuk urea Rp 1800/Kg namun terkadang pengecer menaikan harga Rp 2000/Kg.

  “Walapun pupuk urea ada kenaikan dari Rp 1.600 per Kg menjadi Rp 1.800 per Kg. Sedangkan untuk pupuk organik akan mengalami kenaikan dari Rp 600 menjadi Rp 700 per kilogram. sedangkan pupuk lainnya masih tetap seperti biasa. Tidak menjadi pengaruh peningkatan produksi padi tahun ini.

“Kami masih akan mengawasi peredaran pupuk bersubsidi ini. Saat ini terus mengenjot produksi pangan hingga tahun 2013, Kaur akan menjadi lumbung pangan,” katanya.(823)