20 Peserta UN Digugurkan

KEPAHIANG, BE – Sebanyak 20 siswa peserta ujian nasional (UN) terpaksa digugurkan. Lantaran mereka tak menghadiri ujian dengan beragam alasan. Demikian diiungkapkan Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kepahiang, Mansori, SH MH melalui Kabid Dikmen, Riswo, SPd, kemarin.”Ujian pada hari pertama ini sebanyak 20 peserta tidak hadir. Diantaranya 3 siswa akibat meninggal dunia, 1 siswa tanpa keterangan dan 16 siswa dinyatakan drop out (DO),” ungkap Riswo.UN tahun ini, lanjut Riswo, pihaknya menargetkan kelulusan mencapai pada angka 100 persen. Untuk mencapai target itu berbagai upaya telah dilakukan, seperti pelaksanaan les, try out (TO) dan lainnya. “Tapi kami tidak ingin UN ini curang, makanya pengawasan diperketat. Selain itu para peserta UN tidak diperkenankan membawa ponsel saat mengikuti pelaksanaan UN,” kata Riswo.

Sementara itu ujian hari pertama anggota Komisi I DPRD Kepahiang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah. Sidak dilakukan tanpa masuk ke ruangan agar tak mengganggu siswa yang sedang mengerjakan soal Bahasa Indonesia.Salah satu sekolah yang ditinjau SMA 1 Kabawetan Kepahiang. Di sekolah yang dipimpin Erni Budiarti ini rombongan Komisi I mendapati ada salah seorang siswa yang tidak mengikuti UN lantaran sakit.Ketua Komisi I DPRD Kepahiang Edwar Samsi SIP MM didampingi Drs Ahmad Rizal MM mengharapkan agar semua siswa yang mengikuti UN ini bisa lulus dengan nilai maksimal. Pastinya harus ada peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.”Kita harapkan kerja keras siswa selama ini bisa berbuah hasil yang maksimal,” jelas Edwar.(505)