2 Tersangka LGBT Diamankan

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress– Kelompok komunitas Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang menyasar para pelajar dan kalangan pemuda di Kabupaten Kaur, makin marak. Beberapa hari lalu anggota LGBT tertangkap tangan sedang melakukan pelecehan seksual kepada pelajar SMP di Pantai Hili Kecamatan Semidang Gumay. Ternyata, tidak hanya itu, di malam yang sama, aksi pencabulan juga terjadi di lokasi lain yang tak berjauhan, yang mana mereka satu kelompok.

“Waktu kejadian pertama kali itu memang dua pelaku dengan dua korban, dan satu lagi yang baru kita amankan sempat kabur dan baru kita amankan tadi malam (kemarin),” kata Kapolres Kaur AKBP Arief Hidayat SIK, melalui Kapolsek Kaur Tengah, Iptu Pedi Setiawan SH kepada Bengkulu kspress, kemarin (16/3).

Dikatakan Kapolsek, dari hasil pengembangan kemarin (13/3), Polsek Kaur Tengah berhasil meringkus tersangka lain yakni berinsial UJ (36) warga Desa Kepala Pasar Kecamatan Kaur Selatan.

Dimana pria yang merupakan karyawan salah satu percetakan dan juga merupakan honorer TU di SMKN 5 Kaur, diamankan Polsek Kaur Tengah, ikut melakukan pencabulan dengan korban lain pada Sabtu (9/3) yang lalu.  “Tersangka yang kita amankan ini merupakan hasil pengembangan tersangka yang kita amankan sebelumnya. Dan kini total tersangka kita amankan ada dua orang dengan dua korban,” terang Kapolsek.

Lanjut Kapolsek, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka UJ terakhir kali melakukan perbuatan pencabulan yakni waktu berbarengan dengan tersangka lain yang sempat diamankan yakni YO (26) guru honor.

Hanya saja saat digerebek warga malam itu, UJ tak diamankan lantaran dirinya bersama korbannya salah satu siswa SMA kelas X sudah lebih duluan menghindar. “Mereka ini berangkat sama sama, hanya lokasi pencabulannya beda tempat dan beda orang hanya jarak beberapa puluh meter saja dengan lokasi tersangka sebelumnya,” kata Kapolsek.

Dikatakan Kapolsek, dugaan kuat aktivitas LGBT ini bukan hanya dilakoni dua tersangka ini saja, namun juga ada pelaku lain yang patut diwaspadai para orang tua. Sebab diduga kuat mereka ada komunitas yang tergabung dalam kelompok LGBT di Kabupaten Kaur ini.

Sebab dimana hasil pemeriksaan Chat melalui WA HP milik tersangka pelaku LGBT ini masih banyak. “Ya ada komunitasnya ini yang masih kita dalami dan kita pelajari siapa-siapa anggotanya dan siapa yang sudah menjadi korban, dan kita minta kepada orang tua agar mengawasi anaknya dari pelaku menyimpang ini,” terang Kapolsek.



Sementara itu, di hadapan penyidik tersangka UJ mengakui perbuatannya dan mengakui sudah tiga kali melakukan pencabulan dengan korban siswa SMA tersebut, menurutnya pertemuan pertama dengan korban di salah satu pesta dan pulangnya dirinya membujuk korbannya untuk bersama sama pergi ke pinggir sawah.

Di lain sisi, Kepsek SMKN 5 Kaur Desti Yulita S Pd saat ditemui Bengkulu Ekspress kemarin, mengaku terkejut setelah mendengar cerita dari guru guru kalau UJ ditahan polisi. Sebab secara kasat mata UJ terlihat lembut dan bergaya super lembut. Akan tetapi selama ini yang bersangkutan terkenal kerja cepat dan tak pernah menyisakan pekerjaan.

“Sehari harinya di sekolah tak ada masalah, dia tak pernah mengganggu anak-anak dia ini kan TU di sekolah, jadi tak ada masalah kalau di sekolah,” ujarnya.

Ditambahkannya, terkait dengan tindakannya melakukan pecabulan dengan siswa SMA dia mengaku hal itu diserahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Tentu hal ini menjadi catatan pihak sekolah, terkait apakah yang bersnagkutan akan dicopot nantinya tentu hal ini menunggu putusn hukum terlebih dahulu.

dan juga akan dilakukan diskusi terlebih dahulu dengan sejumlah dewan guru lainnya.“Tentu akan kita pertimbangan terkait dengan stsusnya sebagai honor, dan memang yang bersangkutan honor di sekolah SMKN 5 ini sudah sekitar 4 tahun,” jelasnya. (618)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*