2 Siswa SD Hilang

CURUP, BE – Kegelisahan disertai isak tangis dan harapan terus mewarnai hari-hari Pulung (57) dan Saleha (50) warga gang Kenangan RT 1 RW 3 Kelurahan Talang Benih Curup.  Bagaimana tidak, sejak tanggal 21 Oktober 2012 lalu, sepasang suami istri yang bekerja sebagai petani itu kehilangan anak mereka bernama Muhammad Taufik (12), yang masih berstatus siswa kelas 6 Sekolah Dasar Negeri 6 Talang Benih Curup.

Ditemui wartawan, Pulung menceritakan, jika anak bungsu dari tujuh bersaudara itu, pada hari kejadian sekitar pukul 12.30 WIB menggunakan seragam sekolah berniat pergi kesekolah. Taufik diketahui berangkat ke sekolahnya bersama rekan satu sekolahnya Jidan (10) yang duduk di kelas 5. Mereka berangkat ke sekolah karena proses belajar akan dimulai pukul 13.00 WIB.

Hingga sore hari, kedua bocah tersebut tidak juga pulang, bahkan di tunggu hingga malam.  Merasa khawatir keluarga korban berusaha mencari kedua bocah tersebut dan sempat bertanya kepada para guru dan teman-teman satu sekolah dengan korban, namun kedua bocah tersebut malah tidak sekolah dan tidak diketahui keberadaannya.

Saat itulah, pencarian terhadap kedua bocah laki-laki itu dilakukan. Hingga akhirnya kemarin orang tua korban melaporkan kehilangan anak ke Mapolres Rejang Lebong, berharap polisi bisa mambantu mencari tau keberadaan kedua bocah tersebut.

“Kami sudah cari ke Bengkulu, Lebong dan Kepahiang. Tidak ada yang tahu kemana anak kami berada. Bahkan ke dukun kami lakukan,” tutur Pulung sedih.
Keluarga sangat berharap, masyarakat yang mengetahui keberadaan kedua bocah tersebut bisa membantu melaporkan ke Mapolres RL, atau menghubungi keluarga. Beberapa warga bahkan sudah ikut membantu menyebar foto-foto korban.

“Kalau ada yang ketemu dengan anak saya tolong beritahu dimana.  Karena kami sudah mencari kemana-mana anak ini, tidak juga ketemu,” harap Pulung.
Taufik sendiri memiliki ciri-ciri berambut lurus hitam, warna kulit sawo matang dan wajah oval.

Taufik memiliki tinggi badan sekitar 110 cm.  Saat menghilang, Taufik masih menggenakan pakaian seragam sekolah. Hanya saja, ada kemungkinan Taufik mengganti pakaiannya. Pasalnya, ada beberapa potong pakaian sehari-hari yang juga dibawa Taufik.

Saleha, Ibu Taufik sangat menghawatirkan kondisi anaknya.  Dirinya sangat berharap agar Taufik dapat pulang dengan selamat. Selama ini mereka sudah mencari di sejumlah daerah di Bengkulu dan Kabupaten Lebong. “Tidak apa-apa kalau si Taufik mau hidup bebas bersama teman-temannya. Tapi kami harap dia kembali ke rumah. Bisa bersekolah lagi. Ibu tidak akan marah nak,” ujar Saleha, ibu Taufik seraya menangis. (999)