2 Nenek Rentah Tak Dapat Rastra

Doni/BE Kediaman Saripah (97), nenek tua rentah yang tinggal sendiri di rumah reot di Kelurahan Dusun Kepahiang.
Doni/BE Kediaman Saripah (97), nenek tua rentah yang tinggal sendiri di rumah reot di Kelurahan Dusun Kepahiang.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Seorang nenek rentah, Saripah (97), tak masuk dalam pendataan penerimaan Beras Sejahtera (Rastra) yang baru saja dibagikan oleh pemerintah.
Anak Saripah, Asmaniah (52) menceritakan, jika ibunya yang sudah mengalami gangguan pendengaran dan pengelihatan tersebut sudah sering didata, tetapi tak juga mendapatkan Rastra hingga tahun ini.

“Dulu saat lama sekali ada dapat, namun sejak itu dak pernah dapat lagi sampai saat ini,” tuturnya.
Menurutnya, bukan hanya tak mendapatkan Rastra, namun ibunya juga tidak masuk dalam daftar penerima bantuan iuran kesehatan gratis atau BPJS yang ditanggung pemerintah.

“BPJS Kesehatan juga tidak ada, ibu tinggal sendiri di rumahnya. Saya juga tidak tahu mengapa ibu saya tidak dapat,” sebut warga Kelurahan Dusun Kepahiang RT 07 RW 03 tersebut.

Keadaan serupa juga dialami Sukasmi (90), warga RT 05 RW 03 Kelurahan Dusun Kepahiang. Perempuan rentah dengan kondisi penglihatan dan pendengaran tak berfungsi juga tak mendapatkan bagian rastra dan BPJS Kesehatan gratis. Sehingga sempat membuat BPJS mandiri yang akhir mati, karena tak dibayar bulanan. “Janganjkan yang gratis, yang bayar saja ibu tidak dapat,” ungkap Edi Mulyadi (40), anak bungsu Sukasmi.

Pria yang berprofesi sebagai petani ini mengatakan, sebelumnya ibunya sempat mendapatkan BPJS Kesehatan mandiri. Tetapi kartunya mati karena iuran bulanan tak dapat dibayar. Sedangkan untuk jatah rastra sudah sejak 10 tahun terakhir tak diterima ibunya. “Dulu sempat dapat, tetapi sudah sangat lama saya tak ingat tahunya. Sudah itu tidak dapat lagi sampai saat ini,” katanya. (320)