2 Mobnas Terbengkalai, di Bengkel

ERICK/Bengkulu Ekspress TERBENGKALAI: Sebanyak dua unit mobnas milik Dinas PMDS dan Pariwisata yang saat ini masih terbengkalai di bengkel, karena belum membayar upah perbaikan.

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Lantaran belum membayar utang jasa perbaikan, sebanyak 2 unit mobil dinas (Mobnas) jenis Isuzu Panther dengan nomor polisi BD 20 H milik Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (Dinas PMDS) dan BD 15 H milik Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lebong dibiarkan rusak terbengkalai. Data terhimpun, lebih kurang 2 tahun yang lalu mobil Isuzu Panther milik Dinas PMDS sebelumnya mengalami kerusakan dan dimasukan ke bengkel yang berada di kawasan Desa Talang Ulu Kecamatan Lebong Utara.

Akan tetapi, karena pihak Dinas PMDS belum bisa membayar sisa utang perbaikan, akhirnya mobil tersebut masih berada di bengkel. Sama halnya dengan mobnas milik Disparpora yang diperbaiki di salah satu bengkel yang berada di Desa Daneu Kecamatan Lebong Atas, juga terbengkalai dibiarkan terkena hujan panas karena masih menunggak utang sekitar Rp 500.

Pemilik bengkel yang memperbaiki mobil Dinas PMDS, Redi, membenarkan bahwa mobil tersebut pada saat itu mengalami kerusakan dan harus bongkar mesin habis. Dalam melakukan perbaikan, pihak Dinas Sosial harus membayar lebih dari Rp 10 juta untuk membeli onderdil ditambah jasa mekanik.

“Sudah diperbaiki, ketika kita meminta tagihan, pihak dinas belum bisa membayar dan akhirnya kami tahan sementara mobil tersebut,” ucapnya, kemarin (12/03).

Selain utang mobil Isuzu Panther yang saat ini mobilnya masih dipegang pihak bengkel, Dinas PMDS juga belum membayar utang perbaikan mobil sebelumnya. Sehingga utang Dinas PMDS dalam memperbaiki mobil lebih dari Rp 20 juta. “Bukan hanya 1 mobil saja, tetapi ada mobil lainnya,” sampainya Menyikapi hal tersebut, Kepala Disparpora Kabupaten Lebong, Frans L Julai Simanjuntak SE, ketika dikonfirmasi melalui telpon tidak mengetahui jika ada aset milik Disparpora yang berada di bengkel untuk diperbaiki. Namun belum bisa diambil karena masalah utang perbaikan.



“Waduh saya tidak tahu dan baru tahu jika ada aset Pariwisata yang saat ini ada di bengkel,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMDS Lebong, Reko Haryanto SSos MSi membenarkan jika mobil tersebut masih di bengkel. Saat ini pihaknya masih menunggu biaya suku cadang dan service. “Kita tunggu anggaran terlebih dahulu, nanti akan kita bayarkan,” singkat Reko. (614)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*