2 Mobil Dirampok, Rp 110 Juta Raib

MANNA, BE – Agaknya jajaran kepolisian harus kerja ekstra keras. Aksi perampokan modus pecah kaca mobil semakin mengganas. Setelah beraksi di pelataran parkir Pemkot Bengkulu, kemarin (8/3), kejadian serupa terjadi kembali di 2 lokasi yang berbeda. Terlihat jika kawanan rampok merupakan sindikat yang terlatih dan memantau targetnya. Kejadian pertama terjadi di Bengkulu Selatan, tepatnya di Jalan A Yani Simpang Rukis Kecamatan Kota Manna. Korbannya, Isuanto Buyung ( 42) warga Jalan Lintas BS Desa Suka Jaya Kecamatan Kedurang Ilir. Uang senilai Rp 110 juta milik toke sawit ini yang disimpan di dalam mobil Avanza putih BD 1430 B berhasil digondol. Peristiwa terjadi sekitar 14.15 WIB. Saat itu korban baru pulang dari BRI Cabang Manna untuk menarik uang. Saat keluar dari BRI, uang senilai Rp 110 juta itu dimasukan ke dalam kantong asoy dan disembunyikan di bawah jok sopir. Sebelum pulang ke rumah, korban mampir dahulu ke Toko Ramon di Simpang Rukis untuk membeli keperluannya. Sementara mobilnya diparkirkan di pinggir jalan. Kuat dugaan para pelaku telah menguntit korban sejak dari bank. Ini terlihat saat mobil diparkir, para pelaku beraksi dengan memecahkan kaca mobil sebelah kiri dan menggasak uang yang disimpan di bawah jok. Anehnya, alarm mobil itu tidak berbunyi. “Biasanya alarm selalu berbunyi kok saat itu tidak,” kata Isuanto. Sementara itu Kapolres BS AKBP Yohanes Hernoko SIK MH membenarkan dugaan jika korban kemungkinan besar pengambilan uang di bank sudah diikuti. Atas kejadian itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang membawa uang dalam jumlah besar meminta pengawalan dari aparat kepolisian.”Pelakunya masih kita buru. Kita menduga pelakunya lebih dari satu orang,” ucapnya.

Gasak Tas

Kejadian kedua juga terjadi di lokasi keramaian, bahkan di pusat Kota Bengkulu. Sebuah mobil Toyota Kijang Kapsul silver BD 1767 LI yang diparkir di depan rumah makan jalan S Parman Padang Jati jadi sasaran perampok. Kawanan rampok yang beraksi sekitar pukul 17.30 WIB itu berhasil menggondol tas berisikan dompet serta ponsel Blackberry Gemini di dalam mobil. Mobil tersebut diketahui milik pengusaha roti, Ayong (57) warga Jalan Suprapto No 100 Kebun Dahri. Saat itu korban bersama anaknya Meylina (20) sedang ke Salon Christhoper yang ingin melakukan perawatan rambut. “Saya dari toko sengaja mau jemput anak les. Lalu sebelum pulang, saya menemani anak saya ke salon ini. Baru 20 menit berada di dalam salon, karyawan salon berteriak kaca mobil saya telah dipecahkan orang,” terang Ayong kepada BE, kemarin. Kaca pintu belakang mobilnya berantakan. Setelah dicek, sejumlah barang berharga yang disimpan di jok tengah milik anaknya, sudah hilang. “Pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang berhasil membawa tas milik korban yang berisi 1 buah ponsel, serta kartu ATM dan sejumlah kartu mahasiswa yang ditinggal di dalam mobil,” terangnya.
Disampaikan saksi Irma (29) yang merupakan koordinator Salon Christhoper, sebelum kejadian dirinya mendapati seorang lelaki mondar mandir di depan salonnya. Bahkan menanyakan kepadanya jika salonnya tutup jam berapa. Orang tersebut menggunakan baju coklat, celana jeans warna biru. Untuk postur tubuhnya berbadan tegar, perawakan oval serta berkulit sawo matang dan berambut ikal pendek. “Saya telah curiga dengan orang yang mondar mandir itu. Namun saat kepergok orang yang dicurigai tersebut langsung bertanya salon tutup jam berapa,” terang Irma. Jajaran Polres Bengkulu mengambil sidik jari yang masih berada di dalam mobil tersebut. “Ini masih dalam penyelidikan. Kita menduga pelaku memang sudah terlatih,”imbuh Kapolres Bengkulu AKBP H Joko Suprayitno SST MK Didampingi Kasat Reskrim AKP Gunar Rahadyanto SIK.(333/369)