2 Jemaah Suluk Meninggal, 3 Sakit

IMG_1916 kunjungan kemenang, ketua MUI, dan Dinas Kesehatan RL ke lokasi sulukCURUP UTARA, BE – Dua jemaah pengajian ilmu tasawwuf Thoreqat Naqsyabandiyah yang mengikuti kegiatan suluk (zikir) di gedung Thoreqat Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara, Kamis (18/7), meninggal dunia, di hari ke enam pelaksanaan suluk.
Mereka diantaranya jemaah perempuan bernama Giyem Astuti (41) warga Desa Bandar Jaya Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, ditemukan sudah meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIB, di kelambu berukuran 1 x 1 meter bernomor 06. Hasil pemeriksaan medis, penyebab meninggal dunia jamaah Suluk tersebut karenakan dehidrasi. Korban sempat ditangani dr Lasni yang bertugas di Puskesmas Tunas Harapan Kecamatan Curup Utara.
Hanya saja pihak keluarga tidak melakukan visum terhadap Giyem. Jenazah langsung dibawa suami dan saudaranya yang juga ikut dalam kegiatan suluk ke daerah asal.
Selang 2 jam kemudian, menyusul seorang jemaah perempuan lainnya bernama Tumini (45) warga Desa Tumijaya Kecamayan Jayapura Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumsel, yang hanya berjarak sekitar 4 meter dari kelambu yang ditampati Giyem Astuti dengan nomor kelambu 10, sempat mengalami penurunan kesadaran karena dehidrasi. Kemudian dibawa ke IGD RSUD Curup untuk mendapatkan perawatan. Namun nyawa Tumini masih tidak bisa diselamatkan. Hari itu juga, Tumini dibawa ke daerah asalnya untuk dimakamkan.
Selain kedua jemaah yang meninggal dunia, Supiani (52) salah seorang jemaah asal Bengko, Jambi juga mengalami gangguan kesehatan, yakni penyakit jantung. Supiani telah lebih dulu dipulangkan ke daerah asal, karena kondisi sakit yang membuatnya tidak diizinkan utnuk melanjutkan kegiatan suluk. “Kita tidak memaksa, kegiatan ini harus dilakukan dengan penuh keikhlasan. Jika ingin pulang karena kondisi kesehatan menurun, tidak masalah jika ingin pulang,” ungkap M Edi, Wakil Ketua Thoreqat Naqsyabandiyah ditemui wartawan di gedung Thoreqat, Jum’at (19/07).
Secara ekslusif, Edi bahkan mengajak para wartawan untuk meninjau kondisi gedung dan melihat aktifitas para jemaah. Pantauan wartawan, sebagian besar peserta suluk berisirahat di kelambu (tempat zikir) berukuran 1 x 1 meter, bahkan kebanyakan jemaah tidur.
Di bagian lain, sejumlah ibu-ibu yang merupakan panitia sibuk meramu masakan berbuka puasa dan untuk sahur. Sedangkan panitia laki-laki tampak beristriraha di ruang aula utama gedung, beberapa tampak mengasuk anak-anak yang berada di dalam gedung. Diruang kesehatan, dua orang perawat tampak memeriksa kesehatan jemaah yang mengalami keluhan sakit. “Sebelum kegiatan ini kami meminta surat keterangan kesehatan dari daerah masing-masing, selanjutnya dilakukan pemeriksaan lanjutan dan membuat penyataan diatas materai. Satu orang dokter dari Pukesmas Tunas Harapan dan 4 orang perawat bergantian siang dan malam bersiaga setiap kali ada keluhan pasien,” terang Edi.
Salah seorang panitia suluk, Yusnawati (65) yang bertugas sebagai petugas masak selama penyelenggaraan suluk menerangkan, dirinya sudah sejak tahun 2004 ikut dalam kegiatan suluk. “Saya sudah pernah ikut suluk, sekarang menjadi panitia. Kami menyajikan makanan bervariasi, sayur bening, sambal, sop, bahkan makanan berupa ayam kami siapkan untuk jemaah berbuka puasa dan sahur,” katanya.

Tinjau Suluk
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten RL M Naseh kepada wartawan mengaku telah mengunjungi lokasi suluk jemaah Thoreqat Naqsyabandiyah. “Secara akidah kami lihat mereka tidak menyimpang dari ajaran agama Islam yakni Qur’an dan Hadis, hanya saja ini kepercayaan dan keyakinan masing-masing dalam beribadah. Kami hanya dapat berpesan agar tidak meninggalkan sholat wajib, dan menyediakan minum yang cukup untuk para jemaah agar tidak dehidrasi,” pinta Naseh.
Kapolres Rejang Lebong AKBP Edi Suroso melalui Kabag Ops Kompol Novi Ari kepada wartawan menerangkan,  korban meninggal atas nama Giyem Astuti meninggal diduga karena mengami dehidrasi dan mempunyai riwayat penyakit maag dan hipertensi. Sedangkan Tumini juga diduga dehidrasi serta mengidap penyakit komplikasi lainya. “Kita telah menerima laporan jika masih ada sebagian peserta Suluk yang mengalami sakit dan masih dirawat di RSUD Curup, saya belum mengetahui persis berapa orang yang sakit,” akunya.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kabag Ops mengaku jajaranya telah melakukan penyelidikan lebih lanjut atas peristiwa tersebut. “Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas peristiwa ini, apakah ada unsur kriminalitas, kelalaian atau hal lainya,” tegasnya.
Novi juga mengaku, jajaran Polres dan Kejaksaan dan pihak terkait lainya telah meninjau ke lokasi Suluk di Desa Suka Datang Kecamatan Curup Utara. “Tadi kami dengan kejaksaan dan pihak terkait sudah kelokasi untuk mengecek kondisi di lokasi Suluk,” katanya. (999)

Jemaah Meninggal
1. Tumini (45) warga Desa Tumijaya Kecamayan Jayapura Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumsel
2. Giyem Astuti (41) warga Desa Bandar Jaya Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan

Jemaah Suluk Sakit
1. Supiani (52) Warga Jambi mengalami gejala jantung dan dibawa pulang ke Jambi.
2. Alias (62) Warga Napal Musi Banyu Asin Sumsel rawat inap RSUD Curup, dehidrasi.
3. Diro Sukarta (72) warga Ogan Komering Timur Sumsel rawat inap di RSUD Curup, dehidrasi.

Sumber : Panitia Suluk