2 Hari, 2 Mayat

CURUP, BE – Setelah penemuan mayat perempuan tanpa identitas, dengan kondisi membusuk, Sabtu (3/2) sekitar pukul 16.05 WIB di Desa Tasik Malaya Kecamatan Curup Utara, kemarin sekitar pukul 06.14 WIB, giliran warga Jalan DR AK Gani Kelurahan Jalan Baru, yang dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan. Mayat ini ditemukan di sungai Air Putih, tepat di sebelah Hotal Aman Jaya. Mayat perempuan yang ditemukan tanpa identitas tersebut, pertama kali ditemukan oleh salah satu warga saat sedang olahraga pagi. Kabar tersebut disampaikan kepada warga sekitar yang lain. Tanpa menunggu lama, warga langsung mencoba menyelamatkan jasad perempuan dengan ciri-ciri menggunakan celana pendek (boxer) warga orange gambar panda, serta menggunakan baju kaos putih bertuliskan “Insight” tersebut, untuk dibawa ke RSUD Curup. “Tubuh perempuan tersebut diperkirakan masih hidup, makanya warga segera membawa ke RSUD. Namun sayang, perempuan itu tidak bernyawa lagi,” tutur beberapa warga yang enggan disebut namanya.
Warga sudah berusaha mencari keluarga korban. Ketua RW 2 Kelurahan Jalan Baru, Halawi (61) menerangkan, pihaknya sudah berupaya menyiarkan kepada warga yang mengenali perempuan itu. Sayangnya tidak ada yang mengaku mengenal perempuan tanpa identitas tersebut. Hasil visum tim medis RSUD Curup. Mayat tersebut diperkirakan masih baru dan belum berbau, berumur sekitar 28 tahun. Korban diduga hanyut dan ditemukan ada benjolan sebesar kelereng di bawah telinga kanan, dan tidak ditemukan kelingking kaki kiri, beberapa luka lecet dan memar pada bahu kanan. Ciri lainnya, perempuan tanpa identitas tersebut berambut pendek warna hitam, tinggi badan sekitar 150 cm, terdapat tahi lalat pada pipi kiri.

Warga Karang Anyar
Sekitar pukul 16.00 WIB kemarin, jasad wanita yang ditemukan di sungai Air Putih itu akhirnya diketahui identitasnya bernama Mila (28). Pihak rumah sakit bahkan mengaku mendapatkan tamu, yang menjenguk korban, mengaku sebagai suami korban. Pria itu diketahui bernama Buyung warga RT 3 RW 2 Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Curup Tengah. “Kami tidak tau, tiba-tiba laki-laki itu melihat jasad korban, kemudian bilang “wai tebuang aku” lalu pergi,” terang Atung, pengawai kamar mayar RSUD Curup. Menurut Atung, suami korban itu mengaku akan pergi mengambil pakaian korban. Namun hingga tadi malam, pria yang mengaku sebagai suami korban itu tidak kembali juga. Ketua RT 3 RW 2 Karang Anyar, Firman juga datang ke RSUD Curup untuk memastikan jasad Mila. Firman tidak membantah jika jasad wanita itu merupakan warganya, yang sudah tinggal dua bulan mengontrak di wilayah yang dipimpinnya. “Kontrakan korban persis di depan rumah saya, katanya “Asal Kepahiang tetapi tidak tau dimana,” tutur Firman. Data terhimpun koran ini, korban Mila diketahui sempat ribut dengan suaminya dalam beberapa hari terakhir. Sekitar pukul 05.00 WIB kemarin, Mila yang diketahui memiliki penyakit Ayan (epilepsi) pergi ke sungai untuk buang air. Namun korban tidak juga kembali hingga warga menemukan jasad korban di samping Hotel Aman Jaya. Hingga tadi malam, jasad perempuan yang diketahui bernama Mila itu masih berada di kamar mayat RSUD Curup. “Kami berharap, kalau ada keluarganya. Tolong jasad korban dijemput dan dikuburkan,” pinta Firman. Ny X itu Leni

Sementara itu, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin, jasad perempuan yang ditemukan di Desa Tasik Malaya sehari sebelumnya, akhirnya diketahui asal dan keluarganya. Perempuan yang sebelumnya tanpa identitas tersebut, diketahui bernama Leni (30) warga Desa Ungguk Pedaro Kecamatan Lebong Selatan. Kemarin, jasad korban langsung di bawa keluarga ke rumah duka untuk dimakamkan. Kondisi jasad Leni sudah mulai membusuk, serta wajah yang sudah membengkak. Pengawai kamar mayar RSUD Curup, Atung ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mengantarkan jasad korban ke rumah duka di Desa Ungguk Pedaro. Pihak keluarga membenarkan jika jasad tersebut keluarga mereka. “Keluarga tidak bicara banyak, mereka mengaku sudah hampir 6 bulan korban meninggalkan rumah dan pergi ke Curup untuk bekerja,” tutur Atung. (999)