2 Gerai Indomaret Ditutup

DITUTUP: Penutupan retail Indomaret langsung dilakukan oleh Kadis Perindagkop dan UKM Seluma, H Mulyadi Joyo Martono SSos MM.

TAIS, bengkuluekspress.com – Pemkab Seluma melalui Dinas Perindagkop dan UKM Seluma akhirnya bertindak tegas. Hal ini setelah beberapa hari sebelumnya dilakukan Sidak dan ternyata, gerai Indomaret yang beroperasi di Seluma, belum memiliki izin yang lengkap. Dinas Perindagkop dan UKM juga belum mengeluarkan rekomendasi kepada pengelola Indomaret di Kelurahan Sembayat Kecamatan Seluma Timur serta Desa Sengkuang Kecamatan Seluma Selatan.

Kadis Perindagkop dan UKM Seluma, H Mulyadi Joyo Martono SSos MM mengatakan, kemarin dua gerai ini resmi ditutup. Serta dilarang untuk beroperasi sampai mereka menyelesaikan semua perizinan termasuk rekomendasi dari Dinas Perindagkop dan UKM Seluma. Serta ini bagian dari Perintah Bupati Seluma.

“Sebelumnya sudah kami Sidak. Sudah kami lakukan pemeriksaan. Serta kami sama sekali belum mengeluarkan rekomendasi untuk mereka beroperasi. Tapi nyatanya justru mereka sudah membuka gerai ini serta mulai beroperasi. Jadi ini jelas menyalahi aturan,” tegasnya siang kemarin di lokasi Gerai Indomaret di Kelurahan Sembayat.

Ditegaskan bahwa hanya dua gerai baru ini saja yang dilarang beroperasi. Sedangkan gerai yang lainnya tetap diperbolehkan. Karena untuk gerai yang terdahulu tidak ada permasalahan, serta memang sudah lengkap izinnya. Mulyadi mengatakan, memang yang mengeluarkan izin adalah Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP). Namun untuk rekomendasi perdagangan tetap harus dikeluarkan oleh Dinas Perindagkop dan UKM Seluma.

“Yang mengeluarkan izin memang DPMPPTSP, tapi tetap harus terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi dari sejumlah OPD terkait. Salah satunya Dinas Perindagkop dan UKM Seluma,” tegasnya.

Lebih lanjut, bahwa Dinas Perindagkop dan UKM meminta kepada gerai Indomaret agar menjual produk dari masyarakat lokal. Dengan membantu memasarkannya di Indomaret. Tapi sampai kemarin, gerai tersebut belum juga menjual produk lokal. Seperti industri rumahan yang mengolah makanan ringan.

“Kami ingin mereka juga mendukung sejumlah UKM dengan membantu menjualkan produk mereka. Tapi saat kami Sidak, tidak ada produk lokal. Ini juga yang menjadi salah satu alasan kami belum mengeluarkan rekomendasi,” pungkasnya. (333)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*