2 Bulan Material Longsor Tak Dibersihkan

ERICK/Bengkulu Ekspress RUSAK: Salah satu bagian jalan yang telah mengalami kerusakan akibat tanah longsor di kawasan jalan menuju Puncak Rosjonsyah.

LEBONG, Bengkulu Ekspress– Sudah 2 bulan lamanya, jalan penghubung Kecamatan Uram Jaya dan Lebong Sakti tepatnya di kawasan puncak ruas jalan Lebong Sakti-Uram Jaya atau biasa dikenal masyarakat puncak Rosjonsyah, tertimbun longsor dan tak kunjung dibersihkan. Bahkan akibat longsor, sebagian jalan hotmix telah mengalami kerusakan. Bahkan material longsor yang menutup jalan saat ini telah ditumbuhi rumput baru.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Lebong, Jafri SSos melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dodi Irawan ST mengaku, bahwa memang untuk jalan alternatif Kecamatan Uram Jaya menuju Kecamatan Lebong Sakti memang belum dibersihkan. “Namun bukan karena tidak akan kita bersihkan,” jelasnya, kemarin (17/07).

Dana rutin yang seharusnya dipergunakan untuk melakukan pembersihan material longsor dialihkan untuk melakukan perbaikan jalan berlubang milik Provinsi Bengkulu menjelang hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah yang lalu.
“Kita alihkan untuk memperbaiki jalan berlubang, karena jalan tersebut merupakan jalan utama, sehingga dapat memberi kelancaran masyarakat ketika berlebaran,” ujarnya.

Akan tetapi saat ini pihaknya akan segera membersihkan material longsor tersebut dan akan dijadwalkan awal bulan Agsutus 2019 ini. Karena masih dalam tahap pengajuan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) rutin nihil.“Karena saat ini baru pergantian Plt kadis, sehingga masih akan dibahas kembali,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga Lebong, Yofing (35) sangat berharap agar jalan tersebut bisa segera diperbaiki. Dimana dirinya sempat terjebak karena mengira tanah longsor telah diperbaiki, namun ternyata setelah melintas di turunan tanjakan puncak Rosjonsyah, material longsor sudah menutup jalan dan tidak bisa dilintasi.“Terpaksa saya harus putar arah, sementara pada saat itu saya harus cepat tiba ke rumah,” sampainya.

Seandainya material memang belum diperbaiki karena masalah dana oprasional, seharusnya pihak Dinas PUPRP harus bisa berinisiatif dengan memberikan rambu-rambu. Sehingga masyarakat tidak terjebak akibat tidak mengetahui jika jalan tertutup longsor. “Ini longsor sudah tidak dibersihkan, rambu juga tidak ada,” tutup Yofing.(614)