2 Anggota PPS Lebong Reaktif

ERICK/BE
IKUTI: Anggota PPS Kabupaten Lebong ketika mengikuti rapid test yang dilaksanakan oleh KPU Lebong.

LEBONG, Bengkuluekspress.com – Dari hasil rapid test yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebong yang bekerjasama dengan tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Lebong, diketahui 2 dari total 309 anggota Panita Pemungutan Suara (PPS) dinyatakan reaktif.

Data terhimpun, 312 anggota PPS terbagi masing-masing sebanyak 3 anggota yang bertugas di 93 desa dan 11 kelurahan. Dimana untuk pelaksanaan rapid test dilaksanakan di 6 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan masing-masing Puskesmas melakukan rapid test terhadap anggota PPS yang berada di 2 kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Lebong, Rachman SKM MSi membenarkan bahwa adanya 2 orang anggota PPS yang dinyatakan reaktif dari hasil rapid test yang sebelumnya dilakukan, diketahui keduanya tanpa memiliki gejala klinis covid-19 dan telah disampaikan kepada pihak KPU Kabupaten Lebong.

“Dari hasil test yang dilakukan, keduanya reaktif untuk itulah kita minta agar keduanya melakukan isolasi mandiri,” sampainya, kemarin (28/06).

Menurutnya, untuk kedua anggota PPS yang hasil rapid test reaktif, mereka dimasukan kedalam daftar orang tanpa gejala (OTG). Dengan demikian, saat ini ada sebanyak 3 orang warga yang masuk kedalam orang dalam pemantauan (ODP) dari sebelumnya sebanyak 26 orang (23 dinyatakan sembuh) serta 2 orang yang masuk dalam OTG.

“Semuanya akan selalu kita pantau untuk melihat perkembangannya,” ucapnya

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Lebong, Shalahuddin Al Khidhr SE membenarkan jika ada 2 anggota PPS yang hasil rapid test menunjukan reaktif.

Masalah tersebut telah disampaikan kepada Panita Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat, untuk meminta keduanya melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

“Untuk surat resmi hasil rapid test belum saya terima, namun saya telah menerima pesan singkat melalui Whatsapp (WA) dari Kepala Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Selanjutnya, kedua anggota PPS tersebut kembali akan dilakukan rapid test kembali setelah 10 hari kedepan.

Jika nantinya hasil masih menunjukan reaktif, maka akan dilakukan uji swab untuk memastikan apakah mereka positif corona atau tidak.

“Namun jika dari hasil rapid test lanjutan, mereka menunjukan hasil negatif maka tidak akan dilakukan test swab, tetapi mereka masih akan diminta untuk isolasi mandiri dan dipantau,” ucapnya

Meskipun keduanya dinyatakan reaktif dari hasil rapid test, kedua anggota PPS tersebut tidak dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW). Sebab untuk tugasnya sementara waktu di back up oleh anggota PPS yang lainnya.

“Mulai besok (hari ini) hingga 12 Juli mendatang anggota PPS telah turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi faktual terhadap dukungan calon perseorangan,” tutupnya. (614)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*