2.500 RTLH Terima Kucuran Rp 37,5 M

Rudi Perdana SE
Rudi Perdana SE

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sebanyak 2.500 unit rumah warga miskin tidak layak huni (RTLH) di Bengkulu akan segera direhabilitasi oleh Dinas Perumahan dan Tata Ruang Bengkulu. Dana perbaikan rumah tidak layak huni bersumber dari APBN sebesar Rp 37,5 miliar.

Kepala Dinas Perumahan dan Tata Ruang Bengkulu,  mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan semua rumah tak layak huni yang tersebar di sejumlah kota dan kabupaten di Bengkulu. “Kita mendapat alokasi anggaran Rp 37,5 miliar untuk memperbaiki 2.500 unit rumah warga miskin yang tidak layak huni di Bengkulu di tahun ini,” ujar Rudi, kemarin (6/3).

Dari 2.500 unit rumah yang akan diperbaiki itu, sebanyak 1.183 unit sudah dikeluarkan surat keputusan (SK) oleh pusat untuk segera direalisasikan dalam waktu dekat. Sedangkan sisanya sebanyak 1.317 unit lagi masih dalam proses menunggu diterbitkan surat keputusan oleh pemerintah pusat. “Kita harapkan, perbaikan 2.500 unit rumah warga tidak layak di Bengkulu di tahun 2018 dapat direalisasikan 100 persen,” lanjut Rudi.

Sebanyak 1.183 unit rumah tidak layak huni yang sudah disetujui pusat untuk diperbaiki dalam waktu dekat, tersebar di 5 kabupaten di Provinsi Bengkulu yakni Kabupaten Lebong sebanyak 158 unit, Kaur 164 unit, Bengkulu Tengah sebanyak 368 unit, Rejang Lebong sebanyak 236 unit dan Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 267 unit.

“Jumlah rumah tak layak huni terbanyak ada di kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak 368 unit, dan beberapa kabupaten lainnya yang akan direalisasikan di tahun ini,” sambung Rudi.

Pemerintah menganggarkan dana perbaikan rumah tidak layak huni di Bengkulu sebesar Rp 15 juta/unit. Dana perbaikan rumah tersebut, disalurkan Dinas Perumahan dan Tata Ruang Provinsi Bengkulu ke rekening pemilik rumah bersangkutan. Penyaluran dana melalui transfer ke rekening penerima juga untuk mengantisipasi terjadinya pemotongan oleh oknum tidak bertanggung jawab “Uangnya ditransfer ke penerima agar bisa diterima utuh sesuai yang dialokasikan pemerintah pusat,” lanjut Rudi.

Rudi menerangkan, setiap tahun pemerintah selalu melakukan perbaikan rumah warga tidak layak huni di berbagai daerah termasuk Bengkulu, sebab saat ini masih ada ratusan ribu unit rumah warga tidak layak huni di Bengkulu, tersebar di 10 kabupaten dan kota.

“Anggaran kita terbatas, maka perbaikan rumah tersebut menjadi layak huni dilakukan secara bertahap sesuai alokasi yang diberikan pusat ke Bengkulu secara rutin di setiap tahun dan diharapkan bisa membantu banyak masyarakat,” tukas Rudi.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu, Dr H Iskandar ZO SH mengatakan, dari tahun ke tahun penerima bantuan bedah rumah yang masuk program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) jumlahnya terus naik.

“Jumlah penerima bantuan ini setiap tahun memang bertambah. Dari setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan dana untuk merenovasi rumahnya menjadi lebih baik,” ujar Iskandar.

Adapun kriteria penerima program ini di antaranya rumah tangga miskin yang terdaftar pada basis data terpadu, belum pernah menerima bantuan RS-RTLH, memiliki KTP, dan dan memiliki rumah di atas tanah milik sendiri yang dibuktikan dengan sertifikat.

“Ada kriteria penerima bantuan, asalkan memenuhi kriteria maka kita terus lakukan perbaikan secara bertahap dan diharapkan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” tukas Iskandar.(999)