2.436 Personel Dikerahkan Untuk Pengamanan Pilwakot

SIMULASI: Pasukan pengendali massa Sat Sabhara Polres Bengkulu memperlihatkan kemampuan taktisnya dalam menghadapi massa yang anarkis dalam simulasi pengamanan Kantor KPU Kota Bengkulu yang di demo dalam kegiatan Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Gading untuk mengamankan Pilwakot 2018, di Lapangan Sport Centre, Jumat (5/1).
SIMULASI: Pasukan pengendali massa Sat Sabhara Polres Bengkulu memperlihatkan kemampuan taktisnya dalam menghadapi massa yang anarkis dalam simulasi pengamanan Kantor KPU Kota Bengkulu yang di demo dalam kegiatan Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Gading untuk mengamankan Pilwakot 2018, di Lapangan Sport Centre, Jumat (5/1).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Setidaknya ada 2.436 personel keamanankan akan dikerahkan untuk mengamankan pemilih Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu 2018 ini.
Rinciannya, 887 personel Polri dari Polda dan Polres Bengkulu, 150 personel TNI dan 1.399 personel Linmas.

Dengan jumlah tersebut, 677 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Kota Bengkulu akan dijaga ketat.

“Dari Polres dan Polda Bengkulu menurunkan 887 personel, ditambah 150 personel TNI dan 1.399 personel Linmas untuk mengamankan Pilwakot,” tegas Kapolres Bengkulu, AKBP Ady Savart Penataran Simanjuntak SH SIK dalam Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Gading 2018 dalam rangka pengamanan Pilwakot Bengkulu 2018 di Sport Center, Jum’at (5/1) sore.

Menurut Kapolres, Pilwakot 2018 ini sangat berarti bagi masyarakat Kota Bengkulu, karena erat kaitannya dengan keberlangsungan kepala daerah yang tegas dalam menciptakan pembangunan dan pemerintahan. Untuk itu, Polri sebagai penanggung jawab berkewajiban untuk mengawal dan menjaga keamanan penyelenggaraan Pilwakot.

Tanggung jawab tersebut dilakukan dengan manajemen keamanan yang terpadu. Mengerahkan sumber daya yang ada, memperkokoh penyelenggara Pilwakot yang dibantu TNI, masyarakat dan mitra keamanan lain.

“Jika sudah seperti itu, kita berharap Pilwakot Bengkulu bisa berlangsung aman, jujur, adil dan demokratis,” imbuh Kapolres.

Dijelaskan, potensi kerawanan saat tahapan Pilwakot dipastikan ada, sebut saja pelanggaran tindak pidana pemilu. Pelanggaran tersebut pasti akan ditangani oleh Polres Bengkulu secara profesional, transparan dan akuntabel. Untuk merealisasikan hal tersebut, Polres Bengkulu bekerja sama dengan Kajari Bengkulu dan Panwaslu dalam sebuah tim yang bernama Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

“Untuk itu, sebagai aparat keamanan kita harus mempersiapkan mental dan fisik serta disiplin kerja tinggi. Bisa mempetakan kerawanan setiap tahapan Pilwakot, memperkokoh kerja sama dan yang paling penting menjaga komitmen dan netralitas dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis,” tegas Kapolres.

Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Gading 2018 Polres Bengkulu ini juga menyuguhkan simulasi pengamanan Pilwakot 2018 saat terjadi kerusuhan di salah satu TPS. Dalam simulasi tersebut diceritakan, salah satu pasangan calon tidak terima dengan hasil perhitungan suara yang dilakukan di TPS. Setelah beradu argumen dan melapor ke Gakumdu sampai ke KPU, tim paslon tersebut tetap tidak terima dengan hasil perhitungan suara. Sampai akhirnya tim paslon tersebut membawa massa pendukung yang jumlahnya ratusan orang dan melakukan demo yang berujung kerusuhan. Untuk mengendalikan dan meredam amarah pendemo, Polres Bengkulu menurunkan puluhan tim Sabhara bersenjata lengkap. Selain itu kendaraan anti huru hara juga diturunkan. Berkat kerja sama tim, pendemo bisa dibubarkan setelah provokator demo dilumpuhkan dan ditangkap.(167)