2.384 Blangko Ijazah SD Dibagikan

BAGIKAN Dinas Pendidikan saat membagikan sekaligus sosialisasi cara penulisan ijazah SD di kantor UPDT Kecamatan Kaur Selatan, Selasa (317
IRUL/Bengkulu Ekspress
BAGIKAN: Dinas Pendidikan saat membagikan sekaligus sosialisasi cara penulisan ijazah SD di kantor UPDT Kecamatan Kaur Selatan, Selasa (31/7).

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Sebanyak 2.384 blangko ijazah untuk lulusan SD se-Kabupaten Kaur, dibagikan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kaur melalui sekolah masing-masing. Dengan dibagikannya blangko ijazah ini Dispendik berharap tak ada sekolah yang mempersulit lulusan dalam memperolehnya.

“Untuk blangko ijazah SMP sudah kita bagian beberapa waktu lalu, dan yang kita bagikan hari ini (kemarin) blangko SD. Pembagian blangko ini sesuai dengan jumlah kelulusan tahun 2018 lalu,” kata Kepala Dispendik Kaur Three Marnope M Pd melalui Kabid Dikdas Lisarmawan S Kom, kemarin (31/7).

Dikatakanya, untuk blangko ijazah yang diserahkan ke sekolah harus sesuai dengan jumlah siswa yang lulus. Juga yang diserahkan merupakan blangko kosong. Sedangkan, pengisiannya dilakukan oleh sekolah. Diperkirakan pada bulan September nanti ijazah tersebut sudah mulai dibagikan ke masing-masing siswa. Menurutnya, lamanya pembagian ijazah ke siswa dikarenakan tidak dibolehkan penulisan nama lulusan dengan print komputer.



“Namanya harus tulis tangan dan itu butuh ketekunan dan waktu yang tak sedikit. Ditambah lagi tidak banyak yang mampu menulis indah untuk ijazah, dan tata cara menulisnya sudah kita terangkan,” tuturnya.

Lanjut Lisarmawan, ia berharap penulisan ijazah itu tidak banyak yang salah. Karena stok blangko ijazah cadangan tidak ada persediaan. Untuk itu, pihaknya meminta kepada pihak sekolah berhati-hati dalam menulis ijazah. Juga ia menegaskan bahwa dalam pengambilan ijazah tidak ada pungutan apapun yang diberlakukan kepada lulusan.  “Tidak ada bayar apapun saat pengambilan ijazah, dan jika nanti ijazah sudah selesai di tulis pihak sekolah silahkan ambil,” tuturnya.

Ditambahkannya, kepada siswa agar mengambil ijazahnya pada jadwal yang ditentukan. Menurutnya, pengalaman selama ini banyak ijazah yang tidak diambil pemiliknya. Akhirnya sekolah seolah-olah menjadi tempat penyimpanan. Padahal, tidak semua sekolah memiliki tempat penyimpanan yang memadai sehingga ijazah rawan hilang dan sebagainya. “Kita minta agar seluruh lulusan cepat mengambil ijazah miliknya. Karena jika hilang siapa yang bertanggungjawab,” tandasnya.(618)