19 Ribu Peserta BPJS Menunggak

Jefryy/BE – Kepala BPSJ Seluma membeberkan tunggakan terbesar pada kelas 3.

TAIS,BE – Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan Seluma. Dari total peserta BPJS Kesehatan mandiri sebanyak 32 247 jiwa, sebanyak 19. 515 peserta menunggak iuran. Dengan jumlah total tunggakan iuran sudah diangka Rp 10 miliar lebih

“Total tunggakan iuran sekarang sudah diangka Rp10 miliar lebih,” Tegas kepala BPJS kesehatan kabupaten Seluma Ricco Hanggara SKeb kepada BE Senin (3/4).

Dari jumlah tersebut, rincian tunggakan masing-masing kelas yaitu, kelas I peserta menunggak 626 peserta dengan tunggakan Rp1,1 miliar. Kemudian, kelas II dengan jumlah peserta menunggak 1.832 jiwa dengan tunggakan Rp2,1 miliar. Kemudian, terbanyak kelas III, dengan jumlah peserta menunggak sebanyak 19.515 jiwa dengan total tunggakan sebesar Rp 6,8 miliar.

Menurutnya, mereka yang menunggak iuran ini paling banyak dari kelas III. Mereka ini masyarakat pekerja bukan penerima upah sehingga membayar iuran secara mandiri.

“Penunggak terbanyak kelas III dari BPJS yang didaftarkan secara mandiri. Masyarakat umum, bukan karyawan atau PNS,” jelasnya.

Ricco berharap agar masyarakat penunggak iuran ini segera melakukan pembayaran iuran. Hal itu agar tidak menimbulkan permasalahan saat menggunakan kartu BPJS. Sebab, jika menunggak untuk aktifasi kembali memakan waktu paling singkat satu Minggu. Sehingga, ketika masyarakat membutuhkan, kartu BPJS belum aktif karena menunggak. Sehingga, harus dilayani mandiri oleh pihak rumah sakit.

“Kalau melunasi tunggakan itu belum bisa langsung aktif. Jadi kita berharap agar masyarakat tidak menungggak iuran,” tandasnya.

Ricco menyampaikan, untuk peserta lainnya yang dari PBI APBN maupun PBI APBD tidak menungggak karena iurannya dibiayai oleh Pemda dan negara. (333)