19 Pemuda Ikuti Pelatihan

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rejang Lebong saat melepas 19 pemuda Rejang Lebong yang akan mengikuti pelatihan di Balai Besar Pelatihan Tenaga Kerja yang ada di Kota Bekasi Jawa Barat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rejang Lebong saat melepas 19 pemuda Rejang Lebong yang akan mengikuti pelatihan di Balai Besar Pelatihan Tenaga Kerja yang ada di Kota Bekasi Jawa Barat.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Untuk meningkatkan keterampilan para pemuda di Kabupaten Rejang Lebong, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Rejang Lebong mengirim 19 pemuda untuk mengikuti pelatihan. “Ada 19 pemuda kita yang kita kirim mengikuti pelatihan di Balai Besar Pelatihan Tenaga Kerja yang ada di Kota Bekasi Jawa Barat,” terang Kepala Disnakertrans, Kabupaten Rejang Lebong, Dwi Purnamasari, saat dikonfirmasi Bengkulu Ekspress, Minggu (4/3) kemarin.

Dijelaskan Dwi, ke-19 pemuda yang mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh Kementerian Tenaga Kerja bersama Disnakertrans Rejang Lebong akan terbagi dalam 4 keahliaan yaitu jaringan komputer sebanyak 6 orang, Mobile programing 4 orang, Teknik instalasi V sat 4 orang dan clouding programming 5 orang.

“Karena kegiatan ini bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja, sehingga seluruh keperluan selama kegaiatan tersebut ditanggung kementerian,” tambah Dwi.

Dijelaskan Dwi, 19 orang yang diberangkatkan ke Bekasi tersebut, setelah sebelumnya pihak Disnakertrans Kabupaten Rejang Lebong membuka pendaftaran. Dari pembukaan pendaftaran tersebut ada 21 orang yang mendaftar, setelah dilakukan seleksi hingga akhirnya didapat 19 orang sesuai dengan kuota yang dimiliki Rejang Lebong.

“Selain 19 orang ini, pada 25 Maret kita juga akan mengirim 3 orang untuk pendapat pelatihan las ke Balai Latihan Kerja yang ada di Serang Banten,” tambah Dwi.

Lebih lanjut Dwi menjelaskan, para pemuda tersebut akan mengikuti pelatihan selama 2,5 bulan. Mereka yang telah mendapat pelatihan ini nanti akan diberi sertifikat. Dimana sertifikat tersebut bisa mereka gunakan untuk melamar pekerjaan, mengingat usia mereka yang masih muda. Selain untuk melamar pekerjaan, keahlian yang mereka dapat dari mengikuti pelatihan tersebut bisa mereka gunakan untuk membuka usaha sendiri.

Selain itu menurut Dwi, dengan sertifikat keahlian yang mereka miliki tersebut, mereka nanti bisa mengikuti program magang ke Negeri Sakura Jepang. Karena Pemerintah Indonesia telah bekerjasama dengan Pemerintah Jepang untuk magang ke Jepang. Dimana jumlah pemuda yang akan magang ke Jepang tersebut mencapai 73 ribu orang.

“Setelah mendapat pelatihan ini, dengan ilmu yang mereka miliki, mereka bisa mencari pekerjaan sesuai dengan bidang yang mereka miliki, atau bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri,” demikian Dwi.(251)