19 November, Bensin Habis

JAKARTA, BE – Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi seakan menyandera perekonomian Indonesia sepanjang dua tahun terakhir. Mulai 2011 hingga 2012 ini, tarik-ulur kebijakan Premium Cs—direncanakan naik tapi tidak jadi, diganti kebijakan pembatasan namun nanggung hanya pelat merah– membuat pasar, terutama harga kebutuhan pokok bergerak liar. Kini kabar buruk kembali menyeruak, PT Pertamina (Persero) memperkirakan kuota Premium dalam APBN-P 2012 sebesar 24,37 juta Kilo Liter (KL) akan habis pada 19 November 2012 nanti. “Melihat profil penyaluran sampai dengan tanggal 31 Mei 2012 dan kebijakan konsumsi BBM PSO mulai Juni 2012, volume kuota untuk produk Premium akan habis pada tanggal 19 November 2012,” ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya Yuktyanta, dikutip Selasa (26/6). Perkiraan tersebut berdasarkan realisasi kuota Premium hingga 31 Mei 2012 yang telah mencapai 11,22 juta KL atau 110,8 persen dari kuota bulan Mei sebesar 10,12 juta KL. Hanung menjelaskan, penyebab meledaknya kuota Premium adalah melonjaknya penjualan mobil yang mencapai 338 ribu unit dari bulan Januari hingga April 2012 serta naiknya harga minyak dunia sehingga menimbulkan disparitas harga antara BBM bersubsidi dan non subsidi. “Disparitas harga memicu kemungkinan adanya penimbunan BBM oleh pihak-pihak yang tindak bertanggung jawab yang dapat berdampak pada meningkatnya konsumsi BBM secara signifikan,” imbuh Hanung. Terpisah, Ketua Komisi VII DPR, Sutan Bhatoegana mengatakan DPR dan pemerintah secara serius akan memikirkan masalah meledaknya kuota premium bersubsidi yang disalurkan oleh Pertamina. Menurutnya, mobil mewah yang menggunakan BBM bersubsidi masih menjadi salah satu faktor penyebab membengkaknya kuota BBM bersubsidi tersebut. “Mobil mewah kan masih sebatas himbauan yang dipaksa menggunakan BBM bersubsidi itu mobil dinas pemerintah, BUMN, perkebunan dan pertambangan yang lain kan masih belum,” tegasnya.

Sementara, di pasar dunia harga minyak mentah naik dengan adanya badai tropis Debby. Pasar juga menuggu hasil KTT Uni Eropa Kamis (28/6) besok. Minyak mentah AS jenis light sweet menjadi 79,21 dollar AS per barel (Rp 4.500/liter) untuk pengiriman Agustus. Sementara minyak mentah jenis Brent hanya menjadi 91,10 dollar per barel (Rp 5.000/liter) di London. Volume perdagangan sangat tipis termasuk volume perdagangan minyak Brent yang turun 20% dari rata-rata perdagangan 30 hari. Demikian juga minyak AS turun 30% dari rata-rata perdagangan 30 hari. Investor hati-hati dengan kekhawatiran hasil yang mengecewakan dari KTT Uni Eropa pekan ini. Pasar mengharapkan tindakan konkrit dari pada pemimpin Uni Eropa. Seban, ekonomi Eropa sedang lesu, kurs euro jatuh terhadap dolar AS yang terendah dalam dua pekan. Selain itu, perusahaan minyak di teluk Meksiko telah menutup kapasitas produksinya hingga 44%. Kemarin ada prakiraan bahwa badai tropis Deddy sedang menuju wilayah tersebut. Pada hari Jumat pekan lalu, ancaman badai Deddy telah menaikkan harga minyak hingga 2%.

Tunggu APBNP

Usulan Pemerintah Provinsi Bengkulu agar kuota BBM bersubsidi ditambah disetujui oleh BPH (Badan Pengatur Hilir) Minyak dan Gas. Penambahan kuota sebanyak 13 ribu kilo liter untuk 10 Kabupaten/Kota. Tapi realisasi ini masih menunggu perubahan APBN 2012. “Usulan penambahan BBM dari 10 kabupaten dan kota sudah disetujui BPH Migas menggunakan APBN perubahan,” kata Kepala Biro Ekonomi Setda Bengkulu Ismed Lakoni, kemarin. Ia mengatakan penambahan kuota tersebut rata-rata mencapai 7 hingga 8 persen per kabupaten dan kota. Tapi ada 2 kabupaten yaitu Bengkulu Utara, Rejang Lebong, dan kota Bengkulu penambahan kuotanya lebih besar dibanding daerah lainnya. “Penambahan yang lebih besar untuk tiga kabupaten dan kota tersebut didasarkan pada pertumbuhan jumlah kendaraan,” katanya. Ia mengatakan usulan penambahan BBM untuk 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu berdasarkan peningkatan kebutuhan BBM yang didasarkan pada peningkatan volume kendaraan. “Pasokan BBM dan jumlah kendaraan membuat antrean panjang terjadi di hampir seluruh SPBU di Bengkulu,” katanya. Dengan penambahan BBM tersebut diharapkan masalah antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM tidak akan terjadi lagi. Apalagi dengan adanya aturan pembatasan BBM bersubsidi untuk industri dan kendaraan dinas pemerintah daerah. Kuota BBM subsidi khususnya jenis premium untuk Provinsi Bengkulu pada 2012 dikurangi oleh BPH Migas. Kuota BBM jenis premium 2011 sebanyak 184.167 kiloliter turun menjadi 183.457 kiloliter pada 2012. Sales Representatif Depo Pertamina Bengkulu Misbach Buchori mengatakan pengurangan kuota tersebut merupakan keputusan dari BPH Migas “Kami tidak mengatur soal kuota, murni dari BPH Migas sedangkan Pertamina bertangggungjawab dalam penyaluran,” katanya. Jumlah BBM bersubsidi jenis premium yang disalurkan pada 2012 lebih rendah dari kuota 2011, sedangkan untuk jenis solar justru terjadi penambahan dari 81.466 kilo liter pada 2011 menjadi 81.703 kilo liter pada 2012. “Realisasi penyaluran BBM jenis premium pada 2011 mencapai 196.438 kilo liter sehingga diperkirakan realisasi tahun ini juga tidak kurang dari angka tersebut,” katanya.(100/**)