182 ASN Pemprov Bengkulu Dites Urine Mendadak

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Sebanyak 182 ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemerintah Provinsi Bengkulu, menjalani tes urine secara mendadak, Kamis, 20 Juni 2019. Tes urine dilakukan sebagai bagian dari pembinaan untuk mendeteksi penggunaan narkoba di kalangan tenaga pelayan publik Bengkulu.

Pelaksanaan tes urine berlangsung usai pengarahan Gubernur Bengkulu bersama Dirjen Polpum Kemendagri, Deputi BNN, Asisten deputi Kemenko PMK kepada Seluruh Pejabat Eselon II atau kepala OPD di lingkungan Pemprov Bengkulu, pejabat eselon III dan eselon IV di lingkungan kantor Gubernur, pejabat Eselon III dan Eselon IV di lingkungan Dinas PUPR, di Gedung serbaguna kantor Gubernur Bengkulu.

ASN langsung diarahkan menjalani tes urine yang didahului dengan Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah.

“Ini bentuk implementasi dari fakta integritas yang kita buat, bahwa pejabat di lingkungan pemerintah Provinsi bengkulu itu harus betul-betul bebas dari yang namanya narkotika baik sebagai pemakai apalagi pengedar,” terang Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah kepada Bengkuluekspress.com, Kamis (20/6).

Dikatakan Rohidin, maka dipastikan pada hari ini dalam rangka menyambut hari narkotika. Mulai dari dirinya dan secara spontan nanti seluruh pejabat eselon ll dan ll di OPD strategis itu langsung ambil urine dan diperiksa.

“Kita pasti kalau positif sebagaimana fakta integritas yang kita tanda tangani bersama itu. Komitmen tersebut untuk kita terapkan saya kira ini penting untuk memulai dari aparatur pemerintah,” tegasnya.

Dilanjutkannya, keseluruhan ASN nantinya sudah memprogramkan ada di dinas kesehatan. Memang seluruh ASN kemungkinan akan kita periksa atau paling tidak itu pada pejabat dinkes yang jumlahnya sekitar seribuan.

“Maka saya katakan ketika ada kepastian hasil laboratorium, verifikasi dan validasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Tentu harus kita konsekuen dengan fakta integritas yang mereka buat sendiri dan mereka tanda tangani ketika pada waktu proses pelantikan jabatan mereka pegang bisa dipecat,” pungkasnya.

Kepala BNN Provinsi Bengkulu, Agus Riansyah mengatakan, pembunuh terbesar saat ini yaitu narkoba. Untuk ASN yang ditakutkan tadi baru mengonsumsi obat tidak masalah jadi tidak masalah.

“Memang ada swbagian obat yang mengandung ampetamin yang ada juga kandungannya pada narkotika, tetapi waktu diperiksa ketahuan nanti, karena alat yang kita gunakan sudah canggih,” tandasnya.(HBN)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*