18 Agustus, Pemerintah Tentukan Idul Fitri

JAKARTA, BE – Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan, sidang isbat untuk menentukan hari raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1433 Hijriah, akan digelar 18 Agustus mendatang. Meki kalender nasional menetapkan Idhul Fitri pada 19 Agustus, sidang isbat tetap digelar untuk memastikan adanya hilal sebagai tanda datangnya bulan baru. “Tetap (digelar sidang isbat), rencananya tanggal 18 Agustus, kita menggelarnya dengan mengundang ormas Islam,” kata Sekjen Kemenag Bahrul Hayat kepada WMC di Jakarta, Kamis (9/8). Bahrul menjelaskan, sidang tersebut untuk melihat kemunculan hilal sebagai tanda masuknya bulan baru. Menurutnya, hilal harus ditunggu di titik-titik tertentu. Untuk menentukan, ada kemungkinan terlihat dengan menggunakan kombinasi metode hijab dan rakyat. “Metode rukyat adalah salah satu persyaratan sebelum hilal berada pada titik nol,” ujarnya.  Bahrul melanjutkan, nantinya sidang digelar secara terbuka dengan mengundang semua unsur ormas Islam. Terlibatnya ormas Islam supaya ada keadilan, dan masyarakat bisa menyaksikan semua hasil sidang isbat secara langsung. Pihaknya juga memastikan akan tetap mengundang ormas Muhamadiyah, meskipun pada penentuan awal Ramadhan ormas tersebut menolak untuk hadir. “Kita juga pasti undang Muhamadiyah, namun jika nanti tidak datang yah itu tidak perlu di besar-besarkan,” katanya. Sebelumnya, beredar kabar Kemenag tidak lagi menggelar sidang isbat secara terbuka. Kabar ini muncul karena pada isbat penetapan 1 Ramadhan 1433 H, perjalanan sidang isbat diwarnai banyak perdebatan yang menimbulkan kesan ketidakkompakan. Meski demikian, kemungkinan besar penetapan Idhul Fitri tahun ini tidak ada perbedaan diantara ormas Islam dengan pemerintah, yakni jatuh pada 19 Agustus 2012. “Saya berharap ada kesamaan (19 Agustus) dalam penentuan lebaran tahun ini. Kita lihat nanti hasil isbat,” ujarnya. Di tempat terpisah, Ketua PP Muhamadiyah Din Syamsudin memastikan tidak akan menghadiri sidang tersebut. “Kami sudah menegaskan tidak akan hadir pada sidang-sidang isbat Kemenag,” ujar Din dihubungi WMC, kemarin. Din berkilah, sidang Isbat hanya cocok untuk mahzab rukyat, sementara Muhamadiyah menilai jika hilal sudah ada pada hari Sabtu 18 Agustus pada ketinggian 8-10 derajat di wilayah Indonesia. “Makanya, kami tentutkan 1 Syawal jatuh pada tanggal 19 Agustus,” jelasnya. (wmc)