171 Desa Masih Tertinggal

Foto : IST

BENGKULU, BE – Hingga saat ini masih terdapat 171 desa tertinggal di Provinsi Bengkulu. Meski begitu, jumlah desa mandiri dan berkembang juga terus meningkat, bahkan jumlahnya lebih banyak dibandingkan desa tertinggal dari 1.341 total desa yang ada. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bengkulu, M Syahroni SSos mengatakan, berdasarkan penghitungan Indeks Pembangunan Desa (IPD) menunjukkan jumlah desa tertinggal di Bengkulu mencapai 171 desa.

Desa tertinggal tersebut tersebar di sejumlah wilayah kabupaten di Provinsi Bengkulu. Menurut IPD, ratusan desa tersebut masih berstatus tertinggal dikarenakan pelayanan dasarnya masih terbatas, dan kondisi infrastruktur yang kurang memadai, aksesibilitas/transportasi yang cukup jauh, pelayanan umum rendah, dan penyelenggaraan pemerintahan desa yang belum begitu mumpuni.

“Rata-rata nilai IPD desa tertinggal tersebut dibawah 50, sehingga statusnya agar bisa menjadi desa berkembang nilai IPD-nya harus di atas 50,” kata Syahroni, kemarin (13/1).

Ia mengaku, untuk saat ini, rata-rata IPD di Provinsi Bengkulu sudah cukup baik bahkan angkanya sudah diatas 50 seperti untuk Dimensi Transportasi nilainya sudah 75,83, Dimensi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa 67,63, Dimensi Pelayanan Dasar 57,34, Dimensi Pelayanan Umum 53,93, dan Dimensi Kondisi Infrastruktur 44,61.

Baiknya nilai IPD di Bengkulu didorong oleh meningkatnya kualitas SDM sekretaris desa pada dimensi pemerintahan desa, tersedianya tempat buang air besar bagi sebagian besar keluarga pada dimensi kondisi Infrastruktur, waktu tempuh per kilometer transportasi Ke Kantor Camat yang cukup cepat pada dimensi transportasi, penanganan gizi buruk pada dimensi pelayanan umum, serta ketersediaan dan akses ke rumah sakit bersalin pada dimensi pelayanan dasar.”Untuk saat ini rata-rata IPD kita sudah cukup baik, ini berkat kerja keras pemerintah Provinsi dalam meningkatkan status desa di Provinsi Bengkulu,” tuturnya.



Ia menambahkan, bahkan saat ini jumlah status desa mandiri sudah mencapai 20 desa dan 1.150 desa telah berstatus berkembang. Ia berharap pada 2020 ini, jumlah desa berkembang dan mandiri jumlahnya akan semakin bertambah seiring dengan meningkatnya nilai IPD di Provinsi Bengkulu.”Kita akan terus upayakan untuk mendorong desa di Bengkulu bisa berstatus berkembang dan mandiri, karena target kita Bengkulu bebas dari desa tertinggal dalam 4 tahun kedepan,” tutupnya.

Sementara itu, Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu, Ismed Saputra mengatakan, pihaknya optimis status desa tertinggal di Bengkulu bisa diberubah. Pasalnya, program dana desa berhasil mengubah status 174 desa tertinggal di Provinsi Bengkulu menjadi desa berkembang selama periode 2015-2019.

“Penggunaan dana desa di Bengkulu sudah sangat baik. Bahkan di Bengkulu sudah terbangun ribuan kilometer jalan desa. Belum sarana air bersih, Polindes, PAUD. Kita lihat hasilnya, di Bengkulu jumlah desa tertinggal berkurang cukup banyak. Desa berkembang baru juga cukup banyak,” kata Ismed.

Ia mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir dana desa telah melakukan pembangunan infrastruktur dan sarana sosial dasar desa secara masif. Pembangunan tersebut, lanjutnya, telah memberikan pengaruh besar terhadap kualitas hidup masyarakat perdesaan.”Kita lihat terjadi penurunan kemiskinan yang sangat baik di Bengkulu. itu semua berkat dana desa apalagi anggarannya pada tahun ini juga meningkat jadi dampaknya juga akan sangat besar bagi daerah,” tutupnya.(999)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*