17 Warga Srilangka Terdampar di Enggano

Sebanyak 17 warga Srilangka, Rabu (21/11) pukul 06.00 WIB terdampar di Pulau Enggano. Hal ini terjadi karena kapal yang mereka tumpangi dari Srilangka mengalami kerusakan.  ”Kapal mereka mengalami kerusakan mesin dan body kapal bocor. Hal itu menyebabkan mereka terdampar di Pulau Enggano,” ujar Danlanal Bengkulu, Letkol Laut P Horas Wijaya Sinaga dalam konfrensi pers di Mako Lanal Bengkulu, pukul 10.00 WIB Kamis (22/11).

Keberadaan ke-17 warga Srilangka tersebut terlacak saat mereka mencoba menghubungi warga Pulau Enggano.  Dalam kontaknya dengan warga Enggano, para pendatang gelap asal Srilangka tersebut mendatangi warung milik Woosh di desa Kahyapu Enggano.  Karena tidak mengerti bahasa yang digunakan para pendatang, pemilik warung kemudian menghubungi warga lainnya.  Melalui warga yang mampu berbahsa Inggris tersebut, akhirnya terjadi dialog dan diketahui bahwa mereka adalah warga Srilangka.

Para pendatang gelap yang masuk ke Indonesia melalui Enggano tersebut, akhirnya dilaporkan ke Pos Angkatan Laut di Enggano, yang dijaga Serma Romi Frans.  Oleh anggota Pos AL tersebut, warga Srilangka tersebut ditahan.  Sore kemarin, 5 dari 17 warga Srilangka tersebut diberangkatkan ke Bengkulu menuju Mako Lanal Bengkulu.  Mereka menyeberangi lautan Rabu Sore dengan Kapal Motor Pulau Tello.  Sedang 12 warga Srilangka lainnya masih di Pos AL. ”Harapan kita, pada Sabtu 24/11 mendatang, ke-12 pendatang gelap tersebut sudah diangkut ke Bengkulu.(**)