16 Tewas, 3 Kendaraan dan 5 Bangunan Terbakar

GADING CEMPAKA, BE – Di antara suka cita merayakan lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah, tak sedikit pula yang berduka. Sejumlah peristiwa tragis dan musibah beruntun terjadi selama arus mudik dan balik lebaran. Tercatat, selama H-3 dan H+3 Lebaran tahun ini, setidaknya ada sekitar 40 kasus kecelakaan lalulintas dengan korban tewas mencapai sebanyak 16 orang, 15 menderita luka berat dan 20 orang mengalami luka ringan. Bahkan, hingga sejauh ini masih ada korban kecelakaan yang dirawat intensif di sejumlah rumah sakit di Bengkulu. Kecelakaan maut itu didominasi kendaraan roda dua. “Angka kecelakaan cukup meningkat di tahun ini,” tutur Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Burhanudin Andi MH, kemarin. Lokasi kejadian kecelakaan, sambung mantan Wakapolda Banten itu, didominasi pada jalan – jalan lintas, jalan negara dan jalan provinsi. Faktor kecelakaan terjadi, mengendarai kendaraan dalam kecepatan tinggi, ugal – ugalan, jalan yang berlubang dan jumlah kendaraan yang cukup banyak. Tingginya angka kecelakaan sudah diprediksi dengan melakukan beragam upaya preventif. “Tapi kecelakaan masih saja banyak terjadi. Namun ini akan menjadi evaluasi kita,” ucapnya.

Si Jago Merah
Musibah lain yang banyak terjadi selama lebaran ini adalah kebakaran. Keganasan si jago merah tercatat telah membakar 5 bangunan terdiri dari 1 kantor dan 4 rumah. Tak hanya itu saja, serta 2 motor dan 1 mobil ikut hangus. Peristiwa ini terjadi rentang waktu sehari sebelum lebaran hingga kemarin. Pemicunya pun beragam mulai dari korsleting listrik hingga gas. Kebakaran diawali Sabtu (18/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Rusli (50) jalan Bhayangkara Dua Sukowati Kelurahan Talang Rimbo Baru menjadi korbannya. Rumahnya dilahap si jago merah. Beruntung, tidak semua bagian rumah terbakar. Namun korban harus merugi hingga puluhan juta rupiah karena mobil jenis Toyota Kijang BG 1813 LH, dua motor Vespa dan beberapa perlengkapan rumah tangga lainnya ludes terbakar. Api pertama kali berasal dari garasi mobil diduga percikan api yang berasal dari mobil hingga memicu kebakaran. “Saat ini kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Apakah benar-benar dari korsleting kendaraan atau penyebab lainya,” jelas Kapolres Rejang lebong AKBP Edy Suroso mellaui kasat reskrim AKP Hardidinata Amukan api juga menyerang kediaman Ari (35) warga Kampung Bogor Kepahiang. Saat itu korban tengah takbiran, sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu (18/8). Api sisa pembakaran kayu di dapur usai memasak air melahap dinding rumah. Beruntung tetangga korban, Sandi (30) cepat mengetahui sebelum api berkobar. Sehingga dengan bantuan PBK, api bisa cepat dipadamkan “Sebelum menyambar dinding api kayu bakar terlebih dahulu membakar kayu yang belum digunakan korban dan berada di sekitar tungku memasak tersebut,” terang Kapolres Kepahiang AKBP Sudarno SSos MH melalui Kapolsek Kepahiang, Iptu Ade Zaldi SFarm Seakan belum puas, si jago merah berkobar di Bengkulu Tengah (Benteng), Sabtu (18/8). Korbannya 2 orang sekaligus, Anirhan (40) dan Tabri (25), keduanya warga Desa Susup Merigi Sakti. Niat untuk merayakan lebaran di rumah sendiri justru sirna. Rumah mereka ludes terbakar dipicu api yang menyambar gas di dapur korban. Api berasal dari dapur rumah milik Anirhan, ketika istri korban tengah memasak. Kemudian meninggalkan sesaat kompor tersebut dalam keadaan api menyala. Api diduga menyambar bagian papan rumah semi permanen tersbut hingga kemudian menjalar ke seluruh ruangan dapur dan menyebar sampai ke depan rumah. Api kemudian juga menyambar perumahan sekolah yang berdekatan langsung dengan sumber api. Api selanjutnya juga melahap perumahan yang ditempati guru honorer SD N 09 Desa Susup, M Tabri. “Api bersumber dari kompor waktu istri korban tengah memasak lantas menjalar dan menyebar ke seluruh ruangan. Rumah semi permanen itu langsung dilalap api. Juga perumahan SD yang ada dekat api hingga melahap sampai ludes,” terang Sutan pada BE, kemarin. Dikatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB. Saat keluarga korban Anirhan yang berjumlah 5 orang berkumpul di tengah rumah. Namun api yang mulai berkobar tak bisa dipadamkan. Setengah jam kemudian, salah satu rumah ludes, berikut perumahan lainnya, ikut ludes. Tidak ada barang-barang berharga yang dapat diselamatkan. “Sekitar setengah jam api mulai padam, seluruh rumah seluruhnya sudah terbakar. Tidak ada barang yang dapat diselamatkan,” kata Sutan.

Asset Pemerintah

Tak kalah heboh saat PNS baru saja masuk kerja di hari pertama usai libur lebaran. Siang kemarin, sekitar pukul 11.00 WIB ruangan Arsip dan Pembinaan Transmigrasi di Dinas Transmigrasi dan PPH Provinsi Bengkulu di Jalan Pembangunan Kelurahan Padang Harapan ludes terbakar. Kobaran api bersumber dari bakaran sampah yang terletak di belakang gedung yang terdiri dua lantai tersebut. Angin kencang, sehingga kobaran api langsung merambat kebagian plafon ruangan yang terletak di tengah – tengah tersebut. Dalam waktu sekejap, seluruh arsip habis ludes terbakar. Hanya 2 CPU komputer saja yang berhasil diselamatkan para karyawan. Tak ada korban jiwa dalam kejadian yang terjadi di tengah hari bolong tersebut. Namun, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah akibat dari kejadian kebakaran itu. Tak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut. Mengetahui kejadian tersebut, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Burhanudin Andi, Plt Gubernur Bengkulu,Junaidi Hamsyah, Sekprov Asnawi A Lamat, Kadis Transmigrasi Husni Hasanudin langsung meninjau kelokasi kejadian. Dikatakan Husni sebelum kejadian, petugas kebersihan kantor bernama Agung tengah membakar sampah persis di belakang gedung yang terdiri dari 2 lantai tersebut. Hanya saja, setelah api yang tengah membakar sampah itu sudah hidup, si penjaga kantorpun pergi meninggalkan bakaran sampah.

1 Petugas Cedera

Mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk mengatasi kobaran api yang kian membesar. Salah seorang petugas PBK, Jupri Efendi mengalami cedera. Bagian punggung sebelah kirinya tertimpa kayu yang berasal dari atap gedung yang terbakar dan harus dilarikan ke RSUD M Yunus Bengkulu. Sementara itu, Kapolda didampingi Kapolsek Gading Cempaka, AKP Myandra Eka W, membenarkan terkait musibah kebakaran di ruangan arsip transmigrasi tersebut. Hanya saja, untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikanpihaknya lebih lanjut.(505/111/999/122)