159 ASN Diberi Pelatihan SIRUP, LKPP Minta Jangan Sering Dimutasi

APRI/Bengkulu Eksresss Asisten III Setdakab Bengkulu Utara, Ramdanus SE MM, Kabag Pembangunan Setdakab Bengkulu Utara, Dodi Hardinata SSos MSi bersama pihak LKPP memberikan pelatihan kepada para ASN mengenai RUP di salah satu aula rumah makan di Kecamatan Kota Arga Makmur, kemarin (28/11).
APRI/Bengkulu Eksresss Asisten III Setdakab Bengkulu Utara, Ramdanus SE MM, Kabag Pembangunan Setdakab Bengkulu Utara, Dodi Hardinata SSos MSi bersama pihak LKPP memberikan pelatihan kepada para ASN mengenai RUP di salah satu aula rumah makan di Kecamatan Kota Arga Makmur, kemarin (28/11).

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Sebanyak 159 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Bengkulu Utara mengikuti sosialisasi dan pelatihan mengenai Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) untuk percepatan pelaksanaan pengadaan pada Tahun Anggaran 2018 mendatang.

‘’Pelatihan ini kita selenggarakan untuk 53 OPD. Masing-masing mengirimkan 3 orang admin, yakni operator samkeuda untuk perencanaan anggaran, admin SIRUP dan admin TEPRA. Sedangkan selaku pemateri kita undang dari LKPP,’’ ujar Kabag Pembangunan Setdakab BU, Dodi Hardinata SSos MSi, kepada Bengkulu Ekspress , kemarin (28/11).

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini agar terintegrasinya perencanaan anggaran hingga pelaporan untuk tercapainya percepatan penyerapan anggaran. Sehingga, seluruh tenaga yang telah dilatih, benar-benar dapat siap untuk melakukan penayangan RUP sebelum APBD 2018 disahkan.

‘’Seluruh operator dapat memahami teknis penggunaan aplikasi SIRUP ini. Sehingga apapun konsekuensi yang akan diambil nanti, sesuai kebijakan pimpinan, penggunaan sistem ada dalam perencanaan anggaran, semuanya sudah siap,’’ ungkapnya.

Terpisah, Pemateri dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Mahfuzan Zakaria menyampaikan pelatihan RUP agar tercapainya percepatan serapan anggaran di Kabupaten Bengkulu Utara.

‘’Kalau daya serap anggaran pemerintah cepat, otomatis akan menjadi bahan bakar ekonomi di daerah. Sehingga, rencana pengadaan yang menjadi tahap awal, harus bisa lebih cepat ditayangkan,’’ terangnya.

Ia juga menyebutkan, disamping peningkatan SDM para operator, hal perlu yang harus diperhatikan adalah agar kepala daerah tidak terlalu sering melakukan mutasi terhadap tenaga operator yang bersangkutan. Karena, bagi operator baru, tentu harus belajar lagi dari awal untuk melakukan penyesuaian.

‘’Ya tentu kita harapkan tenaga operator ini jangan terlalu sering diganti. Walaupun di aplikasi kita sudah sediakan tutorial pengelolaannya. Namun, pastinya tenaga operator yang baru itu, harus belajar lagi,’’ pungkasnya.(816)