150 Pemain Musik Tradisional Akan Meriahkan Prosesi Tabut Naik Puncak

DolBENGKULU, bengkuluekspress.com – Puncak dari prosesi ritual Tabut sebelum pembuangan ke Padang Karbela adalah kegiatan Tabut adalah Tabut Naik Puncak. Prosesi Tabut Naik Puncak dilakukan setiap tanggal 9 Muharram atau tepatnya Jumat (29/09/17) sekitar pukul 16.00 sore ini.

Prosesi Tabut Naik Puncak dalam Festival Tabut 2017 kali ini akan dimeriahkan dengan penampilan musik kesenian daerah Bengkulu sebanyak 150 orang. Ketua KKT Kota Bengkulu, Achmad Syiafril Syachbuddin menuturkan prosesi acara juga akan dihadiri langsung oleh Direktur Kesenian Kemendikbud Restu Gunawan.

“Sebelum Tabut Besanding nanti malam di Lapangan Merdeka, sorenya kita laksanakan prosesi Tabut Naik Puncak. Tabut Naik Puncak ini nanti akan dimeriahkan kesenian daerah, akan ada 120 pemain dol dan 30 pemain tassa yang akan memainkan musik tradisional saat mengiringi prosesi Tabut Naik Puncak. Dan rencananya juga akan dihadiri langsung oleh Direktur Kesenian,” cerita Syiafril.

Sebelum Tabut Naik Puncak, Tabut melewati hari Gham berarti tidak boleh sedikitpun ada bunyi-bunyian dari musik Dol ataupun tassa.

Sebelum melakukan prosesi naik puncak, KKT terlebih dahulu akan melaksanakan doa bersama. Setelah itu Puncak Tabut akan ditarik hingga ketinggian 12 meter diiringi seruling dan vokal Yaa Husein. Ketika Tabut sampai pas dibawah, Puncak Tabut diturunkan perlahan dan ketika kain bagian puncak Tabut menyentuh bagian dudukannya pada bangunan Tabut bagian bawah maka genderang musik dol mulai ditabuh dengan irama tassa melalui nada tsweri dan lego yang menandakan hari Gham telah berakhir.

Ketika periode Gham telah berakhir, maka barisan pemain musik tradisional itu akan memainkan musik dol irama tsweri selama 5 menit, hingga kemudian di stop dengan bunyi pluit yang panjang dan dilanjutkan dengan pembacaan sinopsis Tabut Naik Puncak oleh salah satu perwakilan Keluarga KKT.

Bilamana pembacaan sinopsis usai, pluit akan kembali berbunyi dan diteruskan oleh permainan tassa sebanyak 10 periode, dilanjutkan dol irama tamatan selama 4 menit dan kemudian ditutup dengan irama tswena yang berarti prosesi Tabut Naik Puncak telah selesai dan akan dilanjutkan dengan prosesi Tabut Besanding pada malam harinya.

Hari ini, Prosesi Tabut Naik Puncak oleh Keluarga Tabut Bansal akan dilaksanakan di Simpang Makam Sentot Alibasya dan Keluarga Tabut Imam akan melakukan ritual Tabut Naik Puncak di kawasan depan Universitas Prof. Hazairin (Unihaz). (ibe)