15 Siswa SD Diduga Keracunan

GADING CEMPAKA, BE – Gerakan minum susu yang digagas oleh Pemprov Bengkulu melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tidak berjalan mulus begitu saja. Rabu lalu (16/5), sebanyak 15 siswa SDN 67 Kota Bengkulu, mengalami gangguan pencernaan setelah meminum susu jatah dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu.Data yang berhasil dihimpun BE, jatah susu tersebut dibagikan kepada seluruh siswa SDN 67. Namun tiba-tiba saja setelah mengkonsumsi susu tersebut, para siswa merasakan mual, dan sakit perut, bahkan hingga muntah-muntah. Banyaknya siswa yang diduga keracunan ini membuat dewan guru terlihat panik. Untuk memastikan kesehatan para murid, para guru langsug melarikan 15 siswa yang diduga keracunan tersebut ke RSUD M Yunus. Salah seorang Guru SDN 67, Mastina Gultom mengatakan, bahwa para siswa ini kemungkinan keracunan. Namun pihaknya sendiri masih belum bisa memastikan, terlebih program gerakan minum susu ini, sudah cukup lama dilakukan, dan selama ini tidak pernah ada masalah.“Pagi sesudah minum susu, para siswa sudah mengeluhkan rasa sakit perut, dan mual-mual. Bahkan ada yang muntah juga. Kita juga panik, dan langsung melarikan para siswa ini ke RSUD M Yunus, agar mendapatkan perawatan secara intensif,” katanya.Beberapa orang tua siswa yang menjadi korban, juga cukup panik. Sehingga langsung mendatangi RSUD M Yunus setelah mendapatkan informasi dari pihak sekolah. Satu persatu wali murid mendatangi RSUD M Yunus, bahkan para orang tua sendiri juga sempat meneteskan air mata ketika melihat buah hati mereka menangis kesakitan.Terhadap insiden tersebut, penanggung jawab program gerakan minum susu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Rama Syahdan, membantah jika 15 siswa yang sakit tersebut keracunan akibat minum susu. Terlebih program tersebut berjalan sudah cukup lama, dan selama ini tidak pernah ada masalah.“Jadi, salah jika mereka keracunan setelah minum susu. Mungkin saja, mereka mencium bau amis sehingga mengakibatkan mereka muntah. Untuk SD 67 sendiri, kita suplai sekitar 400 lebih, kalau memang keracunan, pasti semuanya akan kena, namun hanya 15 orang saja. Atas hal ini, kami yakin mereka bukan keracunan,” jelasnya. (160)